Apakah Sholat Dhuha Dapat Dilakukan Secara Berjamaah? Berikut Tata Caranya
Keutamaan dari Sholat Dhuha selain diampuni dosa, kita juga dapat dimudahkan dalam mendapatkan rezeki yang halal dan barokah
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM- Sholat dhuha merupakan suatu amalan sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Keutamaan dari Sholat Dhuha selain diampuni dosa, kita juga dapat dimudahkan dalam mendapatkan rezeki yang halal dan barokah.
Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan Sholat Dhuha bagi umat Islam agar semua hal yang di jalani mendapatkan Ridho dari Allah SWT.
Sholat Dhuha dapat di lakukan secara berjamaah, tetapi di anjurkan sunnahkan untuk sholat sendiri, dalam hadis Sholat sunnah berjamaah yang utama hanya ada lima, yakni sholat id, sholat istisqa, sholat gerhana, sholat tarawih dan sholat witir.
Namun jika ingin mengerjakan secara berjamaah juga dibolehkan dan tidak makruh.
Jika ingin melakukan Sholat Dhuha secara berjamaah, di kutip laman fatwatarjih.or berikut tata caranya:
1. Dikerjakan pada saat matahari sudah naik kira-kira sepenggal atau setinggi tonggak, yaitu di lakukan pada saat matahari baru terbit, dan berakhir waktu Dhuha yakni menjelang masuk waktu zhuhur (Berdasarkan HR. Muslim dari Ummu Hani’).
2. Dua rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari Abu Hurairah), Empat rakaat (berdasarkan HR. Muslim dari ‘Aisyah), Delapan rakaat dengan melakukan salam tiap dua rakaat (berdasarkan HR. Abu Daud dari Ummu Hani’). Shalat Dhuha dapat dilakukan dengan jumlah rakaat sesuai keinginan berdasar hadis:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ. [رواه
مسلم]
Artinya: 'Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata; Rasulullah saw mengerjakan shalat dhuha empat rakaat dan adakalanya menambah sesukanya.' (HR. Muslim).
3. Sholat Dhuha sebaiknya tidak di lakukan setiap hari, Nabi Muhammad melaksanakan Sholat Dhuha hanya ketika Nabi Muhammad tiba dari perjalanan. Hal ini juga tertulis di hadis:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى قَالَتْ لَا إِلَّا أَنْ
يَجِيءَ مِنْ مَغِيبِهِ. [رواه مسلم
Artinya: “Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Syaqiq, ia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah, “Apakah Nabi SAW. selalu melaksanakan shalat dhuha?”, ‘Aisyah menjawab, “Tidak, kecuali beliau baru tiba dari perjalanannya.” [HR. Muslim]
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-sholat-berjamaah-di-masjid-1212021.jpg)