Euro 2020
APA Kata Harry Kane Setelah Inggris Dikalahkan Timnas Italia Adu Penalti
Italia mengunci kemenangan berkat keunggulan 3-2 pada babak adu penalti.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM Inggris - Kapten tim nasional (timnas) Inggris, Harry Kane tak dapat menutupi kekecewaannya usai timnya harus takluk dari Italia pada partai final Euro 2020 lewat drama adu penalti di Stadion Wembley pada Minggu (11/7/2021) atau Senin dini hari WIB.
Unggul cepat melalui gol yang dicetak Luke Shaw (2'), Italia mampu menyamakan kedudukan lewat gol Leonardo Bonucci (66'), sekaligus memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Bermain sama kuat hingga babak tambahan, Italia mengunci kemenangan berkat keunggulan 3-2 pada babak adu penalti
“Anak-anak tidak bisa memberi lebih. Penalti adalah hal terburuk di dunia ketika Anda kehilangan itu. Ini adalah turnamen yang fantastis, kami harus bangga dan mengangkat kepala kami tinggi-tinggi, tetapi itu akan menyakitkan sekarangm, Sakit untuk sementara, tapi kami berada di jalur yang benar dan kami sedang membangun. Semoga kami bisa maju tahun depan," ujar Harry Kane kepada BBC.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, Italia merupakan tim yang sangat bagus dan memulai dengan awal yang sempurna.
"Terkadang ketika anda mencetak gol secepat itu, mudah untuk menyerap tekanan dan mempertahankannya. Mereka memiliki banyak peluang, tapi kami terlihat cukup memegang kendali," ujar penyerang Tottenham Hotspurs ini.
Meski diakuinya, Inggris tidak menciptakan terlalu banyak peluang. Bahkan, dilansir Tribun Jogja dari Opta Joe, Harry Kane tidak melakukan percobaan tembakan atau menciptakan peluang di pertandingan ini.
Catatan buruk tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam 61 pertandingannya untuk Inggris, di samping penampilan lainnya ketika bermain 29 menit sebagai pemain pengganti melawan Swiss pada 2018.
"Mereka mendapat terobosan dari bola mati dan setelah itu, itu mungkin 50/50. Kami memiliki beberapa peluang di babak tambahan dan kemudian penalti adalah penalti. Kami menjalani proses kami dan para pemain melakukan semua yang mereka bisa, tapi itu bukan malam kami," ujar Harry Kane.
"Siapa pun bisa melewatkan penalti. Kami menang bersama, kami kalah bersama dan kami akan tumbuh darinya. Itu akan memberi kami lebih banyak motivasi untuk tampil baik di Piala Dunia tahun depan," tandasnya.
Jalannya Pertandingan
Adapun pada pertandingan final ini, Gareth Southgate membuat satu perubahan pada tim Inggris yang mengalahkan Denmark di semifinal.
Kieran Trippier menggantikan pemain depan Bukayo Saka, yang berarti Three Lions beralih ke pertahanan tiga orang, dengan Trippier dan Luke Shaw ditempatkan di bek sayap. Sedangkan Phil Foden dari Manchester City, Ben Chilwell dari Chelsea, dan Ben White dari Brighton tidak termasuk dalam skuad 23 pemain Inggris.
Italia, sementara itu, tidak melakukan perubahan komposisi dari kemenangan adu penalti semifinal mereka atas Spanyol.
Keputusan Southgate mengubah formasi menjadi tiga bek terbukti jitu. Inggris mampu unggul cepat saat laga baru berjalan dua menit melalui sepakan Luke Shaw.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/inggris-gagal-boyong-trofi-euro-2020-harry-kane.jpg)