Breaking News:

Luncurkan Layanan SMSGroup, Supertext Bantu Atasi Kesenjangan Digital di Indonesia

Bekerja sama dengan salah satu operator selular lokal, Supertext menawarkan layanan SMS yang diberi nama ‘SMSgroup’ tanpa biaya di seluruh wilayah

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Supertext, perusahaan telekomunikasi Swedia terus meningkatkan layanannya di Indonesia. Foto diambil Sabtu (10/7/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Supertext, perusahaan telekomunikasi Swedia terus meningkatkan layanannya di Indonesia.

Bekerja sama dengan salah satu operator selular lokal, Supertext menawarkan layanan SMS yang diberi nama ‘SMSgroup’ tanpa biaya di seluruh wilayah Indonesia.

Founder CEO Supertext Martin Jacobson mengatakan, saat ini sekitar 40% penduduk Indonesia masih belum bisa menikmati internet, atau kalaupun bisa mengakses internet, kualitas koneksinya buruk.

Maka, Supertext berupaya untuk mengisi kekosongan tersebut dan berguna bagi masyarakat di daerah dengan akses internet yang masih kurang memadai.

Baca juga: Pemda DIY Akan Memperpanjang Durasi Penyekatan di Beberapa Ruas Jalan di DI Yogyakarta

“Misi Supertext adalah untuk mendukung komunitas-komunitas di seluruh Nusantara dengan menjembatani kesenjangan digital, dan membantu semua orang dalam berkomunikasi, baik yang memiliki internet setiap hari maupun yang tidak,” kata Jacobson saat berbincang secara virtual dengan awak media di Yogyakarta, Sabtu (10/7/2021).

Turut bergabung dalam acara tersebut secara virtual Ms Annika Hagerman, Marketing Director Supertext dan segenap tim Supertext dari Indonesia dipandu moderator George Iwan Marantika.

Dia menjelaskan, Supertext sudah rilis di Indonesia sejak 2015.

Sejak saat itu, Jacobson mengatakan pihaknya telah mendukung komunitas seperti suku asli Asmat di Papua dalam memberdayakan masyarakat di sana untuk pencegahan malaria bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Supertext juga telah menjalin kerja sama dengan Kwarda Gerakan Pramuka DIY yang diketuai oleh GKR Mangkubumi, petani di Purworejo Jawa Tengah, dan nelayan di Bali yang difasilitasi oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved