Inspiring Beauty

Asti Keliling Dunia Berkat Menari

Dara bernama lengkap Asti Oktvia Andayani ini menunjukkan gerakan tangan tari Muryani Busono bernama atrap jamang dan atrap sumping.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Agus Wahyu
TRIBUN JOGJA/BRAMASTO ADHY
Asti Oktvia Andayani 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gerak tangannya terlihat sangat luwes, saat diminta memeragakan beberapa gerakan tari. Dara bernama lengkap Asti Oktvia Andayani ini menunjukkan gerakan tangan tari Muryani Busono bernama atrap jamang dan atrap sumping.

Tarian ini kurang lebih menceritakan bagaimana seorang Raja melakukan klana atau berdandan. Asti, begitu sapaan akrabnya, saat ini menjadi seorang seniman tari sekaligus menjadi seorang pengajar tari.

Sebagai seorang penari, kini Asti dipercaya sebagai penari di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta. Perjalanan karier Asti di dunia yang membesarkan nama, semacam Didik Nini Thowok dan Bagong Kussudiarja ini, dimulai sejak kecil.

Oleh sang Ibu, Asti sudah dikenalkan tari klasik Jawa. "Awalnya ibu melihat aku sering ngikuti gerakan penari di televisi. Berdasarkan itulah ibu kemudian mencoba melihat bakatku menari dengan mengikutkan aku les di sanggar tari," ungkap Asti.

Rupanya apa yang diikuti Asti di tayangan televisi adalah gerakan tari modern. Sementara, les menari yang ia ikut adalah tari klasik Jawa.

Asti pun mengaku, sempat tak tertarik karena gerakan tari klasik membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Berbeda dengan tari modern yang cenderung lebih atraktif.

"Cukup lama aku ikut les, 5 tahunan, sempa berhenti terus lanjut pas SMP. Di SMP inilah aku mulai menyukai tari, baik klasik maupun modern," kata Asti.

Sejatinya, sebelum Asti jatuh cinta dengan dunia tari, ia justru sudah meniti karier sebagai seorang altet Bulutangkis. Bahkan, Asti pernah bercinta cita masuk PB Djarum kala itu.

Hanya saja, karier di dunia Bulutangkis akhirnya ia kubur dalam dalam dan memilih mengembangkan bakatnya di dunia seni tari. Pilihan Asti di dunia seni tari memang ia buktikan dengan beragam prestasi dan pengalaman menari hingga manca negara.

Setidaknya Asti pernah tampil menari di Singapura, Abu Dhabi, China dan Korea. "Aku pernah pengin jadi Pramugari, karena pengin keliling dunia. Ternyata, jalannya dari seni tari. Aku bersyukur, apa yang aku usahakan setidaknya memberikan hasil yang membuat aku mencintai seni tari," ungkap Asti.

Selalu Minta Restu Ibu
DARA kelahiran Temanggung, 14 Oktober 1997 ini selalu menyertakan restu dari sang Ibu di semua aktivitasnya. Bagi Asti, ketika ibu sudah merestui, maka segala sesuatu cenderung lebih dimudahkan.

Hal ini sudah kerap Asti buktikan dalam berbagai hal, ketika ia merasa bingung atau hilang arah. Terutama, ketika Asti meminta restu meninggalkan dunia Bulutangkis untuk menekuni dunia seni tari.

"Ibu merestui, bulutangkis jadi hobi saja. Kalau memang jalannya, melalui tari bisa tercapai cita citaku. Doa dan restu ibu terkabul. Aku sampai sekarang menikmati dunia seni tari," ungkap Asti.

Dukungan orang tua, terutama seorang ibu, bagi Asti, tiada duanya. Asti masih teringat perjuangan sang Ibu memberikan dukungan terhadap kariernya di dunia seni tari.

"Ibu itu sering datang jauh-jauh dari Temanggung ke Yogya, demi mendukung aku menari. Dukungan Ibu membuat aku bersemangat dan ingin memberikan sesuatu yang membanggakan untuk ibu," ungkap Asti.

Bagi Asti, ibu menjadi penyemangat hidup yang luar biasa, terutama pada masa pandemi seperti ini. Pandemi membuat Asti sementara harus menahan diri untuk tak tampil di sebuah pertunjukkan.

Selama pandemi, Asti masih produktif dengan membuka kelas menari secara daring atau online. "Selama pandemi ibu memang terus Mey dan memberi semangat. Jangan lelah berproses, jangan menyerah, selalu ada jalan kata ibu. Buktinya memang benar, ketika proses kita baik, ada saja jalan keluarnya. Contohnya selama pandemi aku membuka kelas tari online dan bersyukur banyak peminatnya," ungkap Asti. (yud)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Minggu 11 Juli 2021 halaman 05.

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved