EURO 2020

FINAL EURO 2020: Ini yang Harus Dilakukan Italia untuk Mengalahkan Inggris Menurut Conte

Menurut mantan pelatih Inter Milan itu, laga final Piala Eropa 2020 nanti, tekanan akan lebih besar untuk Inggris ketimbang Gli Azzurri.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
www.uefa.com
Italia Vs Inggris di Final Euro 2020. 

TRIBUNJOGJA.COM - Antonio Conte menyarankan Italia mengandalkan pengalaman dan tekanan tinggi di final Euro 2020 di Stadion Wembley, Senin (12/7/2021) pukul 02.00 WIB.

Menurut mantan pelatih Inter Milan itu, laga final Piala Eropa 2020 nanti, tekanan akan lebih besar untuk Inggris ketimbang Gli Azzurri.

Eks pelatih Italia dan Chelsea itu mengetahui sepak bola Inggris dengan baik, sehingga dalam posisi yang baik untuk memprediksi hasil final Euro 2020 menurut La Gazzetta dello Sport.

Azzurri menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti di semifinal, sementara Inggris membutuhkan tendangan penalti untuk mengalahkan Denmark di perpanjangan waktu.

"Italia sepenuhnya layak berada di final (Euro 2020) karena mereka membuktikan diri sebagai tim yang lebih komplet daripada lawan mana pun yang mereka hadapi, mampu menghadapi berbagai situasi berbeda, baik dengan maupun tanpa bola," tulis Conte, dikutip Tribun Jogja dari Football Italia.

Para pemain Italia merayakan kemenangan di EURO 2020 Italia vs Swiss di Stadion Olimpico di Roma pada 16 Juni 2021.
Para pemain Italia merayakan kemenangan di EURO 2020 Italia vs Swiss di Stadion Olimpico di Roma pada 16 Juni 2021. (ANDREAS SOLARO / AFP)

“Mereka selalu berusaha mempertahankan ide, karakter, dan gaya mereka sendiri, tetapi juga mampu beradaptasi dengan kualitas fisik, teknis, dan taktis lawan mereka, menemukan cara terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal.”

Conte telah menghabiskan sepanjang musim berdebat dengan para kritikus Inter Milan yang memenangkan Scudetto tentang apakah timnya terlalu bermain bertahan dengan berfokus pada serangan balik, jadi tentu saja dia tidak terkesan dengan Spanyol yang mendominasi penguasaan bola di semifinal.

“Menurut saya, dominasi berarti menciptakan peluang mencetak gol dan situasi berbahaya. Dalam pengertian itu, 'dominasi' Spanyol di Italia tidak terlalu jelas.

“Jika penguasaan bola tidak menggunakan jalur vertikal untuk mendekati gawang atau menciptakan situasi satu lawan satu di sayap, maka itu menjadi steril.

“Peluang mencetak gol lebih mendasar daripada statistik penguasaan bola, karena Anda bisa menjaga bola selama yang Anda mau, tetapi jika Anda tidak menciptakan peluang, tidak menembak dan tidak mencetak gol, Anda tidak akan menang.”

Dia melanjutkan untuk menjelaskan bahwa Italia hanya menunjukkan melawan Spanyol bahwa mereka memiliki lebih banyak senjata daripada Roja, yang terlalu monoton untuk membuat dampak nyata.

“Italia sulit dikalahkan karena kami hampir tidak pernah tidak siap, kami tidak meninggalkan ruang dan selalu memaksakan pendekatan yang rumit.

Selain itu, Conte memberikan pujiannya setinggi lain untuk barisa pertahanan yang kokoh yakni duo Juventus yang merupakan mantan anak asuhnya.

Penjaga gawang Italia Gianluigi Donnarumma saat penalti pada pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Italia dan Spanyol di Stadion Wembley di London pada 6 Juli 2021.
Penjaga gawang Italia Gianluigi Donnarumma saat penalti pada pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Italia dan Spanyol di Stadion Wembley di London pada 6 Juli 2021. (Laurence Griffiths / POOL / AFP)

Tidak hanya Bonucci dan Chiellini, Conte juga membanggakan kiper Azzurri Gianluigi Donnarumma yang menurutnya menjadi satu dari kiper terbaik dunia saat ini.

“Kami juga memiliki tembok kokoh dalam sosok Gianluigi Donnarumma, Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Saya menganggap Donnarumma sebagai satu dari tiga kiper terbaik di dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved