Berita Kesehatan

Cara Mencegah Naiknya Kadar Kolesterol dalam Darah, Ada yang Kerap Dianggap Sepele

Sebaiknya Anda waspada dengan pemilihan makanan, lantaran hal yang kerap disepelekan ini terbukti memiliki andil besar pada naiknya kadar kolesterol

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
familiana
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebaiknya Anda waspada dengan pemilihan menu makanan, lantaran hal yang kerap disepelekan ini terbukti memiliki andil besar pada naiknya kadar kolesterol.

Selain pemilihan makanan, Anda juga harus memperhatikan berat badan. Orang dengan berat badan berlebih juga rentan terhadap gangguan melonjaknya kadar kolesterol.

Padahal, tingginya kadar kolesterol bisa menyebabkan keluhan kesehatan lainnya yang lebih serius, semisal satu di antaranya adalah serangan jantung.

Ilustrasi
Ilustrasi (ist)

Dilansir webMD, kolesterol sebenarnya membantu tubuh dalam membangun sel-sel baru. Kolesterol juga bekerja melindungi saraf dan memproduksi hormon.

Secara alami, hati memproduksi semua kolesterol yang diperlukan oleh tubuh.

Evali, Penyakit Paru Misterius Berbahaya yang Mengintai Pengguna Vape

Namun tak sedikit di antaranya kolesterol yang diproduksi lewat makanan.

Nah, terlalu banyak kolesterol dalam tubuh merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Bagaimana Kolesterol Tinggi Menyebabkan Penyakit Jantung?

Kolesterol yang terlalu banyak bisa menumpuk pada dinding arteri yang kemudian menyebabkan proses yang disebut atherosclerosis, suatu bentuk penyakit jantung.

Yakni kondisi di mana arteri menjadi menyempit dan aliran darah ke otot jantung melambat atau tersumbat.

Padahal darah membawa oksigen ke jantung, dan jika tidak cukup darah dan oksigen mencapai jantung Anda, Anda mungkin menderita sakit dada.

Jika suplai darah ke sebagian jantung terputus sepenuhnya oleh penyumbatan, hasilnya adalah serangan jantung.

Baca juga: Makanan Berserat Ampuh Turunkan Risiko Diabetes dan Penyakit Jantung

Ada dua bentuk kolesterol yang banyak orang kenal: Lipoprotein densitas rendah (LDL atau kolesterol "jahat") dan lipoprotein densitas tinggi (HDL atau kolesterol "baik".)

Ini adalah bentuk di mana kolesterol bergerak dalam darah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved