Breaking News:

PSS Development Centre Lakukan Pemantauan Latihan Secara Daring Untuk Pemainnya

Kebijakan pemerintah pusat soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali dari tanggal 3 sampai 20 Juli 2021, turut berimba

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok PSS
ILUSTRASI PSS Development Centre sedang membagikan bola kepada SSB, di Lapangan Pandowoharjo, Sleman, Selasa (25/05/2021) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kebijakan pemerintah pusat soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali dari tanggal 3 sampai 20 Juli 2021, turut berimbas pada pembinaan pemain muda di PSS Development Centre.

Para pemain yang tergabung di sana tidak dapat berlatih di lapangan terbuka seperti sebelumnya. Mereka juga tidak dapat berlatih bersama untuk sementara waktu.

Namun hal itu tak lantas membuat pembinaan sepak bola di PSS Sleman dihentikan. Manajer PSS Development Centre Hysa Ardiyanto menuturkan telah menyiapakan opsi melakukan pemantauan latihan para pemain secara daring.

Baca juga: Cabor Puslatda PON DIY Belum Try Out Maupun Try In, KONI DIY Agendakan Ulang Selepas PPKM

Hal itu dilakukan agar aktivitas tetap berjalan dan tidak merugikan bagi pemain maupun pelatih.

“Melihat situasi seperti ini kami sudah memulai latihan mandiri, sejak Senin (5/7/2021) kemarin. Para pemain dibagi dalam tim sesuai kelompok usia. Para pelatih mendampingi masing-masing tim melalui Live Meeting (Zoom/Google Meet) dan pemberian tugas,” ujar Hysa Ardiyanto.

Menurut Hysa, cara dapat menjadi solusi untuk tetap menjaga ritme pelatihan yang telah dijalankan oleh PSS Development Centre sejak lama.

Apalagi, rentang waktu penerapan PPKM ini sampai sekitar dua pekan lebih, yang mana mestinya akan memengaruhi pada aspek teknis dan mentalitas pemain saat kembali berlatih atau bertanding bersama kembali.

Maka para pelatih bersiasat demikian agar semangat berlatih pemain-pemain muda tetap terjaga dan tak hilang motivasi karena pandemi Covid-19 yang sudah membuat jengah banyak orang.

Dalam teknisnya, para pemain akan bertatap dengan pelatih via daring, dan menujukan bahwa mereka sedang melakukan aktivitas pelatihan di rumah sendiri.

Baca juga: Bed Occupancy Rate (BOR) di Dua RS Rujukan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo Capai 86 Persen

Para pemain di sana tentu melakukan pelatihan itu dengan porsi yang diberikan oleh pelatih, sehingga para pemain dapat mengontrol latihannya agar tidak terlalu ringan maupun terlalu berat.

“Menu latihan disiapkan oleh pelatih fisik. Setiap pemain melaporkan latihan mandiri yang sudah dilakukan kepada pelatih,” jelasnya.

“Minggu ini latihan dijadwalkan setiap hari kecuali Sabtu, diharapakan kondisi fisik pemain tetap terjaga,” tandas Hysa. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved