Breaking News:

Jawa

Rumah Sakit Darurat Milik Pemkot Magelang Mampu Tampung 65 Pasien Covid-19

Pemkot Magelang sediakan rumah sakit darurat di Lapangan Tennis Indoor Kompleks Gelora Sanden, Kota Magelang untuk menangani pasien Covid-19.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Wali Kota Magelang sedang meninjau persiapa Rumah Sakit Darurat, di Lapangan Tennis Indoor Kompleks Gelora Sanden, Kota Magelang, Jumat (02/06/2021) lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang sediakan Rumah sakit darurat di Lapangan Tennis Indoor Kompleks Gelora Sanden, Kota Magelang untuk menangani pasien Covid-19.

Rumah sakit darurat ini memiliki daya tampung sebanyak 65 pasien.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, dr Intan Suryahati mengatakan, adapun rumah sakit ini memiliki 15 tempat tidur dan 50 tempat tidur lipat (velbed).

"Keberadaan Rumah sakit darurat ini, diperuntukkan bagi pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan hingga sedang. Karena, menindaklanjuti beberapa rumah sakit rujukan yang keterisian kamarnya nyaris penuh," jelasnya Senin (05/07/2021).

Baca juga: Pemkot Magelang Siapkan Rumah Sakit Darurat untuk Penanganan Covid-19

Ia menambahkan, saat ini tingkat keterisian kamar di tiga rumah sakit rujukan di Kota Magelang hampir menyentuh 100 persen.

Sehingga, sangat diperlukan tambahan lokasi untuk menangani pasien Covid-19

"Betul,  rumah sakit rujukan yakni RSUD Tidar, RST dr Soedjono, dan RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang persentase BOR hampir 100 persen. Maka dari itu, untuk mengurangi kepenuhan kapasitas tersebut dilakukan pembukaan di beberapa lokasi untuk menangani pasien Covid-19 seperti Hotel Borobudur, Hotel Safira, dan RS Darurat ini," ujarnya.

Sebelumnya, melalui Ketua Harian Satgas Covid-19, Kota Magelang,  Joko Budiyono mengatakan, menanggapi penuhnya tingkat keterisian kamar di rumah sakit rujukan mengimbau rumah sakit swasta untuk membuka fasilitas pelayanan pasien Covid-19.

"Rumah sakit (rujukan) harus tambah tempat tidur (TT), tidak boleh tidak. Kami juga akan beli alat pemeriksaan test PCR. Lalu rumah sakit swasta kami minta untuk menambah fasilitas/TT pasien khusus Covid-19, selama ini rumah sakit swasta tidak menangani Covid-19, minimal yang disediakan 10 TT," ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh jajarannya di tingkat Kecamatan, Kelurahan, hingga RT/RW untuk siaga.

Data terkini dari 17 Kelurahan di Kota Magelang, sebanyak 14 Kelurahan masuk kategori zona oranye, 2 Kelurahan zona merah dan 1 Kelurahan zona kuning.

"Kota Magelang termasuk daerah dengan status zona oranye atau zona risiko sedang penularan Covid-19.Warning bagi Camat dan Lurah, untuk fokus di zona masing-masing RT. Kalau ada RT zona merah langsung lockdown, sedangkan bila berada di zona dengan oranye/kuning tetap warning," tegasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved