Breaking News:

Kabar Gembira, Pemkab Magelang Buka 3.327 Formasi CPNS dan PPPK 2021

Pemkab Magelang membuka formasi bagi Warga Negara Indonesia yang ingin bergabung sebagai calon ASN/PNS.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM
Kepala BKPPD Kabupaten Magelang, Eko Tavip Hariyanto. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang membuka formasi bagi Warga Negara Indonesia yang ingin bergabung sebagai Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) atau CPNS Pemerintah Kabupaten Magelang. Pemkab Magelang juga membuka rekrutmen Calon Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Magelang, Eko Tavip Haryanto menyebutkan, total ada sebanyak 3.327 alokasi formasi, dengan rincian 454 CPNS formasi umum dan 9 formasi khusus/penyandang disabilitas. Kemudian ada 34 formasi Calon PPPK untuk jabatan Fungsional Non Guru dan 2.830 untuk jabatan Fungsional Guru.

"Pengumuman lowongan formasi yang dibutuhkan dan informasi pendaftaran penerimaan CASN Pemerintah Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2021 dapat dilihat pada laman resmi BKN dan Pemkab Magelang," jelasnya melalui keterengan tertulis, pada Jumat (2/7/2021).

Pendaftaran dibuka mulai 30 Juni sampai 21 Juli 2021. Calon pelamar melakukan pendaftaran secara daring dan disertai dengan proses unggah dokumen yang dipersyaratkan secara elektronik melalui laman https://sscasn.bkn.go.id/, dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK).

"Pelamar hanya dapat mendaftar pada satu instansi dan satu jenis kebutuhan jabatan. Jika pelamar mendaftar lebih dari satu instansi dan/atau jenis jabatan dan atau jenis kebutuhan serta menggunakan dua Nomor Induk Kependudukan yang berbeda, pelamar dinyatakan gugur atau dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tegasnya.

Terkait seleksi CPNS, seperti tahun-tahun sebelumnya ada seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) oleh BKN, dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Sedangkan seleksi calon PPPK Non Guru, akan ada seleksi administrasi dan seleksi kompetensi menggunakan metode CAT oleh BKN.
Lain halnya untuk seleksi PPPK Guru menjadi sepenuhnya kewenangan Kemendikbudristekdikti secara online menggunakan fasilitas CAT UNBK Kemendikbud. Ia menegaskan, rangkaian seleksi tidak dipungut biaya, gratis, bersih, bebas dari KKN, transparan dan akuntabel.

"Jangan percaya kepada oknum siapapun yang mengaku dapat membantu meloloskan menjadi CPNS ataupun P3K. Semua kewenangan sepenuhnya Panselnas BKN Pusat dan Panselnas Kemendikbudristekdikti (untuk PPPK Guru)," tandasnya. (ndg)

Baca selengkapnya Tribun Jogja edisi Sabtu 3 Juli 2021 halaman 06.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved