Update Corona di DI Yogyakarta
Prediksi Meleset, Dinkes Sleman Akui Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Dua Kali Lipat di Bulan Juni
Dinkes Sleman tidak menduga jika kasus Covid-19 bisa melonjak dua kali lipat dari angka tertinggi yang pernah ada.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lonjakan kasus Covid-19 di Sleman membuat Dinas Kesehatan kabupaten setempat tidak habis pikir.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan pihaknya tidak menduga jika kasus Covid-19 bisa melonjak dua kali lipat dari angka tertinggi yang pernah ada.
Dia menjelaskan, di bulan Januari 2021, angka pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi yang tertinggi, pada saat itu, dengan total 3.338 kasus.
Baca juga: BREAKING NEWS : Rekor Lagi, Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di DIY Tambah 859 Kasus
“Jujur, kami speechless, tidak bisa berkata apa-apa, saking banyaknya kasus di bulan Juni ini. Prediksi kami, ini sama seperti Januari, tapi ternyata tidak,” bebernya dalam jumpa pers secara daring dengan wartawan, Senin (28/6/2021).
Joko mengungkap, penumpukan hari libur di pergantian tahun 2020-2021 membuat kasus Covid-19 meningkat.
Dia cukup yakin, ketika libur, masyarakat pasti memilih bepergian, aktivitas meningkat, sehingga potensi penyebaran virus corona juga turut meningkat.
Meski begitu, di bulan Februari hingga Maret, kasus berangsur-angsur turun lantaran tidak ada agenda libur yang panjang ataupun kegiatan khusus.
Kasus mulai naik lagi di bulan April hingga Mei dan baru meledak di bulan Juni 2021.
Baca juga: Selama 2 Hari, Pemkab Sleman Makamkan 24 Jenazah dengan Protap Covid-19
“Saat itu, beruntungnya, kami sudah mengikuti arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 30 persen dan tidak sempat terpakai di bulan Februari-Maret,” ungkapnya lagi.
Hingga bulan Juni ini, kata Joko, tidak ada Rumah Sakit (RS) yang mengurangi kapasitas tempat tidur. Bahkan, beberapa diantaranya sudah menambah kapasitas bed untuk pasien Covid-19.
“Harus diakui, masih banyak pasien yang belum bisa ditampung. Tidak hanya di RS, selter kita juga sudah kita tambahi kapasitasnya. Nanti, 1 Juli, di Asrama Haji Yogyakarta di Ring Road Utara, Sleman, di Gedung Makkah, kita buka lagi,” sebut Joko. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/breaking-news-10-kapanewon-di-sleman-zona-merah.jpg)