Update Corona di DI Yogyakarta

2 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kalurahan Sumbermulyo Ditutup 3 Hari

Kantor Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul ditutup mulai dari Selasa (29/6/2021) dan akan kembali dibuka pada Jumat (2/7/2021).

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
who.int
Berita Update Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM - Virus Covid-19 menyerang kantor pemerintahan Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul.

Dampak dari penularan tersebut, kantor kalurahan pun harus ditutup sementara selama tiga hari, dimulai dari Selasa (29/6/2021) dan akan kembali dibuka pada Jumat (2/7/2021) mendatang.  

Lurah Sumbermulyo Ani Widayani mengungkapkan bahwa ada dua pegawai kalurahan yang terkonfirmasi positif covid-19.

Kedua pegawai ini berada di satu ruangan yang sama dan pada tanggal 20 Juni kemarin keduanya merasakan gejala seperti flu dan memutuskan untuk tidak masuk kerja.

Baca juga: Penularan Covid-19 di Yogyakarta Dinilai Makin Mengkhawatitkan, Muhammadiyah: Tarik Rem Darurat

Pada Sabtu (26/6/2021) kedua pegawai tersebut melakukan swab antigen dan hasil keduanya adalah positif covid-19.

Setelah mendapatkan hasil tersebut, kedua pegawai melakukan isolasi mandiri di rumah.

Dengan adanya kasus ini, ia pun memutuskan untuk menutup sementara kantor Kalurahan Sumbermulyo hingga Kamis (1/7/2021) depan dan meminta masyarakat untuk memaklumi kondisi ini.

"Pelayanan dan operasional kalurahan akan ditutup sementara selama 3 hari agar tidak jadi klaster. Ditutup 3 hari karena sekalian disterilkan semua ruangan," ujarnya Senin (28/6/2021).

Sementara itu, di sisi lain, Ani mengeluhkan adanya warganya yang positif covid-19 dengan status bergejala namun harus melakukan isolasi mandiri di rumah.

Padahal menurutnya, pasien bergejala seharusnya mendapat perawatan dari pihak medis.

"Shelter desa itu hanya untuk pasien ringan tanpa gejala dan saat ini sudah penuh.  Apalagi peralatan medis di shelter desa tidak lengkap. Permasalahannya saat ini yang bergejala banyak yang melakukan isoman di rumah karena rumah sakit penuh," bebernya.

Baca juga: Lonjakan Covid-19, Pemda DIY Wacanakan Penambahan Shelter dan RS Lapangan

Menurutnya, jika pasien Covid-19 bergejala melakukan isoman maka akan berpotensi memburuknya kondisi pasien karena minimnya pengawasan dari petugas medis.  

Oleh sebab itu, ia meminta kebijakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk mengklasifikasikan tempat penanganan pasien Covid-19 sesuai dengan kondisinya.

Dengan langkah itu, menurutnya akan lebih mudah melakukan pengawasan terhadap pasien yang bergejala.

"Apalagi kalau lokasinya didukung peralatan medis yang lengkap, itu kan bisa mengurangi risiko pasien yang bergejala agar kondisinya tidak memburuk," tambahnya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved