Erupsi Gunung Merapi

Gunung Merapi Hari Ini 28 Juni 2021, Terjadi Awan Panas Guguran 4 Kali Sejak Pagi

Tepat pukul 20.35 WIB, Senin (28/6/2021), Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Twitter BPPTKG
Awan panas guguran Gunung Merapi tanggal 28 Juni 2021 pukul 17.10 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 10 mm dan durasi 151 detik. Jarak luncur 2000 m ke arah barat daya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aktivitas Gunung Merapi masih bergejolak beberapa jam belakangan.

Tepat pukul 20.35 WIB, Senin (28/6/2021), Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran.

Kegiatan itu tercatat di seismogram dengan amplitudo 70 mm dan durasi 85 detik.

Adapun jarak luncur mencapai 2 km ke arah tenggara.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan, awan panas guguran itu sudah muncul sejak pagi tadi.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 28 Juni 2021: Keluarkan Awan Panas Guguran ke Arah Tenggara Sejauh 1 Km

Di pagi hari, awan panas guguran terjadi satu kali dengan jarak luncur ke arah tenggara sejauh 1 km.

Sedangkan, untuk awan panas guguran kedua, terjadi di sore hari pukul 17.10 WIB.

“Awan panas guguran kedua tercatat di seismogram pukul 17.10 WIB. Untuk yang ketiga, pukul 17.58 WIB,” katanya, Senin (28/6/2021).

Dia menjelaskan, awan panas guguran yang kedua di sore hari itu beramplitudo 10 mm dengan durasi 151 detik.

Jarak luncur mencapai 2 km ke arah barat daya.

Kemudian, untuk yang ketiga, awan panas guguran tercatat beramplitudo 37 mm dan durasi 91 detik.

Adapun jarak luncur 1,2 km ke arah tenggara.

Baca juga: Gempa dan Luncuran Awan Panas Gunung Merapi Terjadi pada Senin Pagi 28 Juni 2021

“Dalam pengamatan 6 jam sejak pukul 12.00-18.00 WIB, teramati juga 3 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1,5 km,” bebernya.

Secara meteorologi, cuaca berawan, mendung, dan hujan.

Angin bertiup sedang ke arah barat.

Volume curah hujan 19 mm per hari.

Gunung terlihat jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III.

Asap kawah tidak teramati.

Secara kegempaan, kata Hanik, tercatat 44 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-24 mm berdurasi 16-130 detik.

Sementara, gempa hembusan berjumlah tiga kali dengan amplitudo 4 mm, durasi 19-26 detik.

Baca juga: Kabar Gunung Merapi Hari Ini Ada Rentetan Guguran Awan Panas

Gempa hybrid/fase banyak berjumlah sekali dengan amplitudo 4 mm, S-P 0,7 detik dan durasi 7 detik.

Hanik juga mengingatkan, potensi bahaya saat ini telah ditambah yakni pada tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro.

“Juga sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih,” ungkap Hanik.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. 

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved