Antisipasi IGD Penuh, RSUD Wonosari Dirikan Tenda Darurat untuk Pelayanan Umum
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, Gunungkidul mendirikan tenda darurat untuk pelayanan pasien. Pendirian tenda tersebut turut dibantu
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, Gunungkidul mendirikan tenda darurat untuk pelayanan pasien.
Pendirian tenda tersebut turut dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati menjelaskan tenda darurat didirikan untuk melayani pasien umum.
Terutama yang membutuhkan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Baca juga: BREAKING NEWS: REKOR LAGI, Kasus Covid-19 DI Yogyakarta Tambah 830 Kasus Baru Hari Ini
"Jadi bukan untuk pasien COVID-19, tapi untuk pelayanan umum," jelasnya pada wartawan, Minggu (27/06/2021).
Menurut Heru, tenda darurat merupakan bentuk antisipasi jika layanan IGD penuh.
Pihaknya ingin layanan pasien umum tetap berjalan baik, tanpa terganggu oleh pelayanan bagi pasien COVID-19.
Ia mengatakan lonjakan kasus baru membuat layanan umum ikut berdampak.
Paling dirasakan pada ketersediaan tempat tidur (TT), yang mana saat ini sudah mengalami penambahan.
"Saat ini sudah ada 56 TT untuk penanganan COVID-19 dan sudah terisi semua," ungkap Heru.
Penambahan itu membuat ruang bagi pasien umum harus berkurang.
Akibatnya ruang periksa di IGD pun penuh karena para pasien belum bisa dipindahkan ke bangsal, mengingat jumlah TT terbatas.
Ia mencontohkan ada pasien yang dirawat sejak Sabtu (26/06/2021) malam lalu dirawat di IGD.
Hingga hari ini masih berada di sana lantaran belum mendapat kamar.
"Itu sebabnya tenda darurat kami dirikan untuk menghadapi lonjakan pasien umum," kata Heru.
Baca juga: Jika Belanda Menang Lawan Ceko Ketemu Denmark di Perempat Final Euro 2020