Angkat Ekonomi Warga, Alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang Ciptakan Aplikasi Belanja Online
Berawal dari keinginannya untuk mengangkat perekonomian masyarakat Kota Magelang, Ryan Manafe, Alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Berawal dari keinginannya untuk mengangkat perekonomian masyarakat Kota Magelang, Ryan Manafe, Alumnus SMA Taruna Nusantara Magelang ciptakan aplikasi berbelanja online bernama 'Dagangan'.
Aplikasi berbasis social-commerce merupakan tempat belanja daring yang menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga mulai dari sembako, produk segar, hingga kebutuhan rumah tangga.
Ia mengatakan, aplikasi yang dirintis sejak 2019 lalu bertujuan untuk memberdayakan para pedagang terutama UMKM dan warung kelontong yang kesulitan dalam pemasaran.
Baca juga: UPDATE Covid-19 di Klaten 27 Juni 2021: Tambah 489 Kasus Baru, 38 Sembuh,15 Meninggal Dunia
"Selama ini, melihat para pedagang sangat kasihan karena sulitnya mendistribusikan dagangannya. Dari situlah, muncul ide membuat aplikasi ini, jadi para pedagang tidak perlu lagi bingung mencari pembeli, karena hanya lewat aplikasi ini bisa langsung belanja," kepada Tribun Jogja, pada Jumat (18/06/2021).
Ia menambahkan, alasan lain dibuatnya aplikasi dagangan sebagai wujud pengabdian ke masyarakat untuk meringankan beban terutama permasalahan ekonomi.
Menurutnya, sebagai anak muda harus bisa menjadi role model dan memberikan manfaat terutama bagi lingkungan sekitar.
"Alasan lainnya, karena memang ingin berbagi ilmu dengan masyarakat. Apalagi, bisa memberikan manfaat kepada orang banyak. Karena itu salah satu cita-cita saya," jelas lulusan Teknik Industri UI itu.
Atas tujuan mulianya tersebut, aplikasi ciptaannya pun mulai dipakai masyarakat untuk membantu penjualan. Bahkan, penggunaa aplikasi itu, sudah merambah ke daerah lain bukan hanya Magelang
Saat ini, aplikasi buatannya pun sudah menjangkau hingga 3.000 desa meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Pesatnya perkembangan aplikasi ini, menurutnya, turut dipengaruhi momen adanya pandemi Covid-19. Di mana, masyarakat kebanyakan memilih untuk belanja secara daring.
"Di tengah situasi pandemi, masyarakat lebih memilih untuk di rumah sesuai dengan anjuran pemerintah. Mungkin, itu yang membuat aplikasi ini bisa cepat berkembang," ujarnya.
Ia juga menambahkan, melalui aplikasi tersebut, dirinya ingin menghidupkan kembali semangat ekonomi masyarakat lokal.
Baca juga: Jogja City Mall Gelar Respon Vaksin Serentak Untuk Keluarga Polri dan Pelayan Publik di Sleman
Dengan begitu, akan lebih banyak lagi para pelaku UMKM maupun pedagang yang dapat mengambil manfaat dari pemakaiannya.
"Karena memang tujuan aplikasi ini untuk membantu para pelaku usaha kecil. Para pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk stok ulang kebutuhan warungnya. Sedangkan, untuk pembeli akan diberikan gratis ongkir setiap belanja maksimal Rp 300 ribu. Saat ini, sudah ada 35.000 mitra kami," terangnya.
Ia pun berharap, ke depannya aplikasi belanja online miliknya bisa terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat.
Dan, bisa menjadi peluang usaha bagi para masyarakat yang membutuhkan.
"Ya, tentunya berharap bisa lebih banyak dikenal masyarakat. Dan, juga bisa memberikan manfaat kepada orang banyak," pungkasnya. (ndg)