Breaking News:

Bukan Penutupan, Ini Langkah Pemkot Yogya Antisipasi Penularan Covid-19 di Obyek Wisata

Bukan Penutupan, Ini Langkah Pemkot Yogya Antisipasi Penularan Covid-19 di Obyek Wisata

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM
Pedagang kaki lima (PKL) yang menjual baju dan souvenir khas Jogja di Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (21/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan tak akan menutup objek wisata di wilayahnya meski terjadi lonjakan kasus covid-19.

Untuk mencegah penularan yang lebih luas, Pemkot Yogya akan melakukan pengetakan prokes di kawasan obyek wisata.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, pengetatan merupakan opsi yang dipilihnya, dibandingkan menutup destinasi, seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul setiap akhir pekan.

"Tidak menutup, hanya pengawasan lebih ketat, dengan sweeping-sweeping dan pemeriksaan kesehatan terhadap para wisatawan," tandasnya," Selasa (22/6/2021).

Bahkan, Pemkot sejauh ini juga menggodog kemungkinan sanksi bagi pelaku, maupun wisatawan, yang kedapatan melanggar protokol kesehatan.

Bukan tanpa sebab, ia menilai, di tengah tren lonjakan kasus, dibutuhkan punishment tersendiri, agar muncul kesadaran.

"Sanksi sedang kita rumuskan, apakah bisa menerapkan langsung, itu sedang dirumuskan," ungkapnya.

Baca juga: Obyek Wisata di Klaten Ditutup Total, Pengelola Mengaku Legowo

Baca juga: Kembali Gelar Sapa Aruh, Sri Sultan Hamengku Buwono X: Lockdown Adalah Upaya  Terakhir

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarno mengungkapkan, selama ini pihaknya tidak pandang bulu dalam menindak wisatawan 'nakal'.

Khususnya, kepada pelancong tanpa surat keterangan bebas corona.

"Pekan kemarin ada rombongan, tiga bus itu, kita minta keluar (dari area parkir objek wisata) untuk kembali melanjutkan perjalanan, ya," ucap Kasatpol PP.

Selain dokumen kesehatan, ia mengakui, masih dijumpai wisatawan yang abai terkait pemakaian masker.

Selama ini, tindakan yang ditempuh sebatas persuasif, atau dengan memberi edukasi, supaya mengikuti petaturan.

"Ada beberapa yang tidak pakai masker, kita edukasi terus. Semua yang di lokasi wisata kita edukasi, ya, untuk tetap mematuhi prokes, terutama terkait masker, agar selalu dipakai, jangan lepas lah," pungkas Agus. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved