Breaking News:

Headline

Industri Pariwisata Belum Bisa Bangkit Setelah Satu Tahun Pandemi

Di Kabupaten Magelang sejumlah pelaku wisata masih mengeluhkan penurunan pemasukan. Satu di antaranya wisata Nepal Van Java.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Agus Wahyu
Istimewa
Sekretaris daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Disdagkop UKM, Basirul Hakim, Kepala Bagian Umum Wisnu saat mengikuti kegiatan Gerakan Minum Jamu. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda, industri pariwisata menjadi salah satu sektor yang terkena dampaknya.

Penangggungjawab serta pengelola wisata Nepal Van Java, Lilik Setyawan menuturkan, jumlah kunjungan turun hingga 50 persen dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi. "Biasanya kunjungan wisata di sini (Nepal Van Java) bisa mencapai 20 ribu per-hari, sekarang setengahnya saja tidak sampai," tutur Lilik, Jumat (18/6/2021).

Penurunan kunjungan ini membuat pengelola kesulitan dalam urusan operasional. Bahkan, untuk mengoptimalkan kinerja pariwisata selama pandemi, pihak pengelola rela mengurangi sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di sana.

"Selama ini kami mengurangi tenaga (pekerja) dari 20 orang kini hanya 7 orang untuk menekan biaya operasional,” lanjut Lilik.

Terkait bantuan, pemerintah sudah memberikannya. Namun sejauh ini, dalam bentuk bantuan sosial berupa uang dan sembako. "Bantuan dari pemerintah sudah kami terima, tetapi dalam bentuk bantuan sosial.

Sedangkan, untuk bantuan khusus pengelolaan pariwisata masih dalam proses, yang saat ini masih dibuat proposalnya," terangnya.

Untuk mempercepat masa pemulihan, pengelola juga mendapat pembekalan dan pelatihan untuk adaptasi wisata seperti MICE dan CHSE. "Kalau pelatihan dan pembekalan sudah dilakukan. Namun, yang kami harapkan ada bantuan pendukung untuk mempercepat recovery (pemulihan) misalnya akses vaksinasi dan bantuan stimulus lainnya," tutur Lilik.

Senada, Indah selaku penggiat wisata lokal Borobudur juga mengakui adanya dampak pandemi terhadap pelaku wisata. Tidak hanya pengelola wisata, namun semua lini yang menggantungkan hidupnya dari kunjungan wisatawan.

"Banyak wisata di desa-desa terutama sekitar Borobudur yang mati, para perajin hingga penjual kerajinan banyak yang kehilangan pekerjaan," terangnya.

Ia menambahkan, pemerintah harus memiliki langkah tegas sekaligus solusi agar sektor wisata bisa berjalan beriringan dengan protokol kesehatan yang ketat. "Tentunya diharapkan kebijakan pemerintah yang bisa membawa sektor wisata untuk bangkit lagi. Karena jika terus seperti ini, dikhawatikan industri wisata bisa makin terpuruk lagi," pungkasnya.

Percepat vaksinasi
Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang mencatatkan penurunan jumlah kunjungan wisata sebesar 80 persen selama pandemi. Jumlah kunjungan selama 2020 hanya mencapai 1.456. 289 wisatawan. Angka tersebut jauh lebih sedikit dibanding kunjungan wisata 2019 sebanyak 6.523.582 wisatawan.

Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Slamet Ahmad Husein menuturkan, penurunan kunjungan wisata akibat pengaruh dari pandemi yang mulai masuk ke Indonesia sejak Maret tahun lalu. "Penurunan kunjungan wisatawan sangat signifikan sebesar 80 persen. Penyebabnya jelas karena adanya pandemi yang membuat sektor wisata terpukul," jelas Slamet.

Ia menjelaskan, sektor wisata di Kabupaten Magelang bergerak terbatas selama pandemi. Hanya destinasi wisata tertentu yang masih bisa beroperasi meskipun tidak optimal. "Di Kabupaten Magelang ada sekitar 230 destinasi wisata. Namun, tempat wisata yang beroperasi saat pandemi hanya 48 lokasi saja. Sisanya, tutup sementara akibat tak ada pengunjung," ujarnya.

Pihaknya pun mendesak pemerintah agar mempercepat vaksinasi bagi pelaku wisata di wilayah Kabupaten Magelang. "Ini yang sedang kami ajukan, agar pelaku wisata bisa mendapatkan vaksin secepatnya. Karena, kami yakin dengan vaksinasi bisa memberikan multiplier effect terhadap pemulihan wisata khususnya di Kabupaten Magelang," tandasnya. (ndg)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Sbtu 19 Juni 2021, halaman 06.

Tags
Magelang
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved