Aplikasi Dagangan, Bantu Pegiat Warung Kelontong di Daerah Penuhi Stok Logistik

Sulitnya pemenuhan rantai logistik untuk warung di daerah sering menjadi kendala operasional. Kesulitan bisa saja terjadi karena pusat perbelanjaan

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ardhike Indah
Tim Dagangan, aplikasi yang membantu pelaku usaha warung di daerah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sulitnya pemenuhan rantai logistik untuk warung di daerah sering menjadi kendala operasional.

Kesulitan bisa saja terjadi karena pusat perbelanjaan yang jauh ataupun medan yang tidak mudah ditempuh.

Maka dari itu, aplikasi Dagangan berupaya untuk membantu pegiat usaha warung memenuhi logistik agar mereka bisa lancar berjualan di daerah masing-masing.

“Ini adalah upaya kami untuk ikut memutar perekonomian di daerah. Warga Indonesia itu kan 70 persen berada di daerah,” ungkap Founder Dagangan, Ryan Manafe di Westlake Resort dan Resto, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga: Wakil Wali Kota Yogyakarta: Lockdown adalah Palugada Akhir Ketika Masyarakat Abai Protokol Kesehatan

Dia menjelaskan, kehadiran aplikasi Dagangan ini membuat pemilik warung tidak perlu menutup kiosnya apabila sedang mengisi stok.

Dagangan hadir sebagai solusi masalah tersebut dengan menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari produk sembako, bahan segar hingga kebutuhan harian lainnya secara eceran juga grosir.

Pemilik warung bisa kapan saja membeli produk-produk yang dibutuhkan untuk kelancaran operasional warungnya.

“Sehingga, saat berbelanja stok tidak lagi butuh waktu lama sampai tutup kios. Tinggal klik dari aplikasi saja,” bebernya lagi.

Ryan sendiri percaya, aplikasi yang dia klaim sebagai karya anak bangsa itu bisa memberi dampak luas untuk memajukan perekonomian masyarakat rural. 

Sejumlah orang-orang yang terlibat di aplikasi tersebut berasal dari daerah masing-masing.

“Kami punya beberapa hub, seperti di Magelang, yang pegang ya orang Magelang. Begitu juga di Bandung dan Yogyakarya, ya orang Bandung dan Yogyakarta yang pegang. Kami ingin tunjukkan orang lokal juga bisa memajukan perekonomian,” jelas Ryan.

Hingga 2021 ini, Dagangan sudah mengcover lebih dari 3000 desa yang tersebar di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, & Jawa Barat.

Ditambahkan Ryan, keunggulan lain yang ditawarkan Dagangan adalah gratis ongkos kirim (ongkir) untuk setiap pengirimannya.

“Jadi, para pemilik warung tidak perlu khawatir mengeluarkan ongkos untuk stok ulang kebutuhan warungnya,” ungkapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved