Breaking News:

Headline Kasus Covid 19

Bed Pasien Semakin Menipis, Akibat Lonjakan Kasus Covid-19 di DIY

Sekda DIY: Kalau (okupansi bed di RS) 95 persen itu berarti hampir penuh.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketersediaan tempat tidur pasien di rumah sakit rujukan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah semakin menipis. Hal ini lantaran Bed Occupancy Rate (BOR) atau persentase penggunaan tempat tidur di DIY mencapai lebih dari 70 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, kasus positif Covid-19 paling tinggi terjadi di Kabupaten Sleman dan Bantul. Dampaknya, okupansi tempat tidur untuk pelayanan Covid-19 di dua kabupaten itu meningkat.

"Ya sebetulnya kalau kita lihat kasusnya paling banyak di Sleman dan Bantul. Tapi sepertinya, Sleman walaupun kasusnya paling banyak tapi persediaan bednya juga banyak," kata Aji di Kepatihan, Jumat (18/6/2021).

Ia menambahkan, untuk Kota Yogyakarta juga kebutuhan akan tempat tidur pasien banyak namun tetap terpenuhi. Sementara dua kabupaten lain yakni Gunungkidul dan Kulon Progo, menurut Aji memiliki kasus Covid-19 yang lebih sedikit, sehingga ketersediaan bed rumah sakit juga sedikit.

"Jadi walaupun Gunungkidul dan Kulon Progo kasusnya paling sedikit, tetapi ketersediaan bed rumah sakitnya juga sedikit," tegas Aji.

Ia menyadari bahwa, saat ini BOR di DIY mencapai 70 persen lebih. Bahkan, menurutnya di Kabupaten Bantul persentase BOR di rumah sakit rujukan mencapai 95 persen. "Kalau 95 persen itu berarti hampir penuh," ujarnya.

Dirinya meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY agar berkomunikasi dengan kepala rumah sakit rujukan Covid-19 di DIY agar dapat menambah ketersediaan bed bagi pasien.

"Jadi ditambah bed di manapun itu lebih baik. Supaya nanti kalau kasusnya membengkak, di Bantul sudah penuh bisa lari ke Kota atau ke Sleman," tegas Mantan Kepala Disdikpora DIY ini.

Kasus bertambah
Sementara itu, penularan Covid-19 di DIY tidak menunjukkan adanya penurunan yang signifikan. Berdasarkan laporan harian Satgas Covid-19 DIY, Jumat (18/6) malam telah terjadi penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 592 kasus. Sehingga total kasus positif Covid-19 di DIY menjadi 51.338 kasus.

Untuk penambahan kasus sembuh sebanyak 237 kasus, sehingga total kasus sembuh menjadi 45.080 kasus. "Sedangkan untuk penambahan kasus meninggal di DIY pada hari ini sebanyak 12 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 1.342 kasus," kata Kabag Humas Biro UHP Pemerintah DIY, Ditya Nanaryo Aji melalui keterangan tertulisnya.

Dari laporan yang disampaikan, distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 menurut domisili wilayah kabupaten dan kota antara lain, Kota Yogyakarta (57 kasus), Kabupaten Bantul (276 kasus), Kabupaten Kulon Progo (27 kasus), Kabupaten Gunungkidul (61 kasus), dan Kabupaten Sleman (171 kasus).

Adapun distribusi kasus sembuh menurut domisili wilayah kabupaten dan kota adalah Kota Yogyakarta (37 kasus), Kabupaten Bantul (85 kasus), Kabupaten Kulon Progo (27 kasus), Kabupaten Gunungkidul (25 kasus), dan Kabupaten Sleman (63 kasus).

Untuk rincian riwayat sementara kasus terkonfirmasi Covid - 19 sebagai berikut, periksa mandiri 96 kasus, tracing kontak kasus positif 469 kasus, skrining karyawan kesehatan 6 kasus, perjalanan luar daerah 1 kasuss, dan belum ada info 20 kasus.

Pemerintah DIY mengimbau kepada warga masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan waspada terhadap sebaran Covid-19. (hda)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Sabtu 19 Juni 2021 halaman 05.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved