Breaking News:

Update Corona DI Yogyakarta

Kasus Harian Covid-19 Sempat Melonjak, Pemkot Yogyakarta Berdalih Terjadi Penumpukan Hasil Lab

Kasus positif Covid-19 di Kota Yogyakarta melonjak tajam pada Kamis (10/6/2021), dengan penambahan mencapai 89 orang. Namun, Pemkot berdalih, lonjakan

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus positif Covid-19 di Kota Yogyakarta melonjak tajam pada Kamis (10/6/2021), dengan penambahan mencapai 89 orang.

Namun, Pemkot berdalih, lonjakan itu diakibatkan oleh penumpukan hasil laboratorium.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, terjadi penumpukan hasil lab selama empat hari berturut-turut.

Baca juga: BREAKING NEWS: Klaster Keluarga Muncul di Ngrangsan Sleman, 36 Orang Positif, 1 Meninggal Dunia 

Sehingga angka kasus yang muncul pun otomatis melebihi rata-rata harian.

"Kemarin itu ada keterlambatan laporan dari empat hari, ya. Lalu, keluarnya barengan. Kita belum tahu penyebabnya apa. Tapi, yang 89 kemarin, itu kasus empat hari, tapi keluarnya barengan, sekaligus," ungkapnya, Jumat (11/6/2021).

Alhasil, berdasar data yang dikeluarkan Pemkot Yogyakarta, kasus harian yang tercatat pada Jumat (11/6/2021), stabil lagi di angka 30.

Sehingga, saat ini ada 347 kasus di wilayahnya, baik yang isoman dan dirawat di fasilitas kesehatan.

"Sejauh ini memang ada kenaikan, tapi belum begitu tinggi, semoga bisa segera ditekan lagi, ya. Kapasitas bed (ruang perawatan) masih sekitaran 50 persen," terangnya.

"Kebanyakan memang dari lingkungan keluarga, transmisi lokal. Kemarin di Semaki Kulon sempat agak tinggi, ada beberapa keluarga, sampai dibatasi juga aktivitas warga. Tapi, sekarang sudah selesai itu, ya," imbuh Heroe.

Wakil Wali Kota Yogyakarta itu memperkirakan, lonjakan kasus ini sedikit banyak diakibatkan oleh beberapa long weekend di sepanjang Mei dan Juni.

Namun, ia menilai, sebarannya hingga sekarang, tak terlampau masif.

Baca juga: PPDB SD Jalur Cerdas Istimewa di Kota Yogyakarta Ditutup, Tak Ada Calon Peserta yang Memenuhi Syarat

"Kemudian, kalau kita melihat kasus-kasus yang muncul, mereka yang sudah divaksin lebih punya daya tahan untuk menghadapi virus, daripada yang belum," ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas vaksinasi harian. Saat ini, kemampuan Pemkot sudah menyentuh 2.000 dosis per hari, yang dilakukan 18 Puskesmas, 13 rumah sakit dan 1 klinik kesehatan.

"Selain itu, kita juga mengadakan vaksinasi massal. Misal, hari ini di di bonbin, itu sampai 1.500 dosis. Jadi, itu untuk mengimbangi layanan yang regulernya," katanya.

"Target kami, Juni ini lansia, pra lansia, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan relawan bisa terselesaikan. Sekarang kita juga sudah menginjak beberapa kalangan di luar itu, ya, meskipun masih selektif," pungkas Wawali. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved