Breaking News:

Mendikbudristek: Tidak Ada Perubahan SKB Soal Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Pemerintah akan memulai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Juli mendatang.

Editor: ribut raharjo
via kemdikbud.go.id
Nadiem Makarim 

Seperti diketahui, sekitar 30 persen satuan pendidikan telah melakukan PTM terbatas sesuai situasi dan kondisinya masing-masing.

Sebagian baru memulai PTM terbatas beberapa bulan terakhir, ada pula yang sudah melakukan PTM terbatas sejak tahun lalu.

Dukungan Kak Seto

Pada bagian lain, psikolog yang juga Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mendorong terbentuknya komunikasi yang efektif antara orang tua dan pihak sekolah jelang PTM terbatas di tahun ajaran 2021-2022.

Ia tak memungkiri masih ada orang tua yang khawatir PTM meski dengan protokol kesehatan yang ketat.

Namun, materi pembelajaran jarak jauh (PJJ) terkadang terlalu akademik dari pagi sampai siang, sehingga sangat tidak efektif atau kontra produktif.

"Saya kira yang paling utama justru komunikasinya. Memang harus ada komunikasi yang sangat efektif antara sekolah dan orang tua. Tidak sekedar massal, kalau perlu individual, bisa dengan zoom WhatsApp dan lain sebagainya," kata Seto di dialog produktif Kominfo, Kamis (10/6.2021).

Menurutnya, orang tua tentu saja khawatir jika tidak ada informasi yang jelas mengenai kondisi atau kesiapan sekolah, sehingga yakin. Karena orang tua akan selalu mengedepankan hak, keselamatan, dan kesehatan anak.
Apalagi saat ini, kasus Covid-19 tengah meningkat dibeberapa daerah.

"Mohon juga dipahami kondisi ini, dengan informasi, diskusi, atau mungkin menampung masukan dari orang tua yang mungkin terlupa oleh pihak sekolah," ujarnya.

Kak Seto mengatakan kunci utama pembelajaran sebenarnya bergantung pada sistem.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved