Breaking News:

Istri Anggota DPRD Bantul Diduga Terseret Kasus Arisan Hoki, Belasan Korban Layangkan Gugatan ke PN

Belasan orang menjadi korban arisan hoki. Ada sebanyak 17 orang yang melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Bantul.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
via tribunjabar.id
Ilustrasi uang 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Belasan orang menjadi korban arisan hoki. Ada sebanyak 17 orang yang melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Bantul.

Gugatan dengan nomor perkara 51/Pdt.G/2021/PN tersebut telah disidangkan perdana, Kamis (10/06/2021).

Kuasa hukum korban, Mahendra Handoko mengatakan setelah sidang perdana digelar, sidang akan kembali dilanjutkan pada 22 Juni 2021 mendatang.

Baca juga: Kasus COVID-19 di Klaten Melonjak, 144 Warga Terkonfirmasi Positif, 5 Orang Meninggal Dunia

Arisan hoki, kata dia, dimiliki oleh GP yang saat ini menjadi tergugat 1.

Sosok GP disebut-sebut merupakan istri anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul.

Gugatan perdata tersebut terpaksa dilayangkan karena upaya kekeluargaan gagal ditempuh. Para korban telah mendatangi suami GP, yaitu DT yang saat ini menjadi tergugat 2.

"Upaya kekeluargaan sudah dilakukan sejak Januari, tetapi sampai saat ini tidak ada hasilnya. Korban juga sudah mendatangi DT, suami GP beberapa kali. Janjinya akan menyelesaikan pembayaran, dia mengaku jika istrinya salah, dan siap bertanggungjawab," katanya, Kamis (10/06/2021).

Arisan online Hoki dijalankan dengan pembayaran transfer. Para anggota tidak saling mengenal, namun memiliki grup WhatsApp.

Sementara itu, korban arisan hoki, Lumintu Reni Lestari mengungkapkan dirinya mengikuti arisan sejak 2020 lalu. Ia pun merugi hingga Rp 20 juta karena arisan tersebut.

"Ikut arisan untuk menabung tapi waktu cair tidak cair-cair. Lalu saat dicari tidak pernah ketemu, WA juga tidak pernah dibalas. Karena itu memilih jalur hukum ini," ungkapnya.

Baca juga: Dishub Kota Yogyakarta Telah Menutup Lokasi Parkir Nuthuk Jalan KH Ahmad Dahlan 

Kerugian juga dialami oleh Dian Astikasari (33). Awalnya pembayaran berjalan normal. Ia pun sudah empat kali mendapat pembayaran arisan.

Namun mulai Januari 2021, pembayaran arusan mulai tersendat.

"Saya ikut November 2020. Awal-awal normal, saya sudah 4 kali dapat. Masuk Januari gagal bayar. Untuk kerugian, saya rugi Rp 120 juta. Harapannya uang bisa dikembalikan," terangnya. 

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bantul, Hanung Raharjo mengaku tidak mengetahui kasus gugatan yang menyeret anggotanya.

Pihaknya pun akan melakukan penelusuran terlebih dahulu terkait adanya keterlibatan oknum anggota DPRD Bantul dalam kasus tersebut.

"Kami belum mengetahui, malah baru tahu kalau ada kabar itu. Coba nanti saya klarifikasi dulu apakah itu benar anggota kami atau bukan," katanya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved