Breaking News:

Dishub Kota Yogyakarta Telah Menutup Lokasi Parkir Nuthuk Jalan KH Ahmad Dahlan 

Usai viral karena parkir 'nuthuk' yang memasang tarif di atas ketentuan, kini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta mulai gencarkan pemetaan park

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Info Cegatan Jogja
Wisatawan dipatok tarif parkir mahal di Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Usai viral karena parkir 'nuthuk' yang memasang tarif di atas ketentuan, kini Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta mulai gencarkan pemetaan parkir jalan insidentil yang tak memiliki izin.

Diduga ada ratusan titik parkir jalan insidentil yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2019 tentang perparkiran.

Oleh karena itu, Dishub Kota Yogyakarta menyusun langkah ke depan untuk melakukan pemetaan parkir-parkir insidentil yang tak berizin sebagai upaya penertiban.

Baca juga: MELEDAK, Gunungkidul Catatkan Rekor 86 Kasus COVID-19 Baru dalam Sehari, Klaster Bertambah

Kabid Perparkiran Dishub Kota Yogyakarta Imanudin Aziz mengatakan, terkait parkir tak berizin yang berpotensi nuthuk tarif ke depannya menjadi fokus instansi pemerintahan maupun eksternal pemerintahan.

Adanya kasus nuthuk parkir yang sempat menghebohkan jagat maya belum lama ini menjadi pengawasan bagi instansi terkait.

"Adanya hal ini pengawasan kami akan lebih intens lagi dengan melibatkan instansi lain. Kami punya tim gabungan eksternal pemkot dan eksternal pemkot," katanya, kepada Tribun Jogja, Kamis(10/6/2021)

Ia menambahkan, Dishub Kota Yogyakarta memastikan bahwa lokasi parkir nuthuk di Jalan KH Ahamad Dahlan Kota Yogyakarta telah ditutup dan tidak boleh beroperasi.

"Itu sudah otomatis tidak beroperasi. Dan seterusnya kami tutup dan tidak beroperasi lagi. Kami akan lakukan pengecekan," imbuhnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ada 455 Kasus Covid-19 di DI Yogyakarta Hari Ini, Kembali Melonjak Sejak Januari

Alasannya, pria yang akrab disapa Aziz ini menjelaskan bahwa dalam UU tentang Lalu Lintas Agkutan Jalan (LLAJ) dan Perda Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2019 area yang berdekatan dengan simpang traffic light tidak diperkenankan untuk tempat parkir.

"Karena dalam perda maupun UU LLAJ itu area simpang traffic light tidak boleh dijadikan tempat parkir. Kedua ada marka larangan markir," jelasnya.

Di titik-titik tertentu, Aziz mengatakan Dishub Kota Yogyakarta akan rutin melakukan pengawasan dan pengecekan area parkir yang melanggar ketentuan perda. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved