Breaking News:

Hakim Denda Jukir Nuthuk Denda Rp500 Ribu

Pemkot Yogyakarta mendorong para investor swasta, agar terlibat aktif dalam mengatasi persoalan minimnya tempat khusus parkir (TKP).

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Suasana sidang tipiring Jukir Nuthuk di Kota Yogyakarta, Rabu (9/6/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mendorong para investor swasta, agar terlibat aktif dalam mengatasi persoalan minimnya tempat khusus parkir (TKP). Apalagi, keberadaan Perda nomor 2 Tahun 2019 sejatinya telah membuka peluang sangat besar untuk hal itu.

Sekda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, menyampaikan, Perda perparkiran yang dimiliki Pemkot memberikan ruang yang cukup, untuk pengembangan investasi oleh swasta. Ia mengatakan, payung hukum tersebut, dapat memberikan keuntungan bagi pemerintah, maupun swasta.

"Karena istilah tarif di perparkiran swasta, bukan nominal seperti retribusi, tapi perhitungan investasi. Makanya, kita mendorong pelaku swasta agar terlibat di dalam investasi perparkiran ini, ya," terangnya, Rabu (8/6/2021).

Sesuai pasal 27 ayat 2 dalam Perda 2/2019, disebutkan bahwa pungutan jasa parkir ditentukan berdasar variabel jenis kendaraan, kawasan, hingga nilai investasi. Sehingga, nominal tarif parkir menjadi kewenangan penuh pengelola, selama tidak melebihi batas yang ditentukan.

"Itu kan jadi daya tarik. Makanya, kesulitan infrastruktur perparkiran yang dihadapi ini kita atasi dengan mendorong keterlibatan para investor swasta," tandasnya.

Oleh sebab itu, Aman mengatakan, sudah saatnya warga masyarakat menggeser paradigmanya, terkait perparkiran. Dalam artian, jangan sekadar mempersoalkan tarif semata, namun pelayanan apa yang didapat.

Terlebih, jika ada TKP swasta yang bisa menyajikan fasilitas komplit. "Harusnya tidak lagi bicara masalah tarif, tapi soal layanan optimal. Paradigma harus diubah. Kalau mau mendapatkan layanan optimal, menjadi logis kalau tarifnya disesuaikan, sepanjang statusnya itu legal loh," cetusnya.

Ditambah lagi, jika lokasi TKP yang dibangun swasta itu mendekati aspek-aspek kegiatan ekonomi dengan intensitas tinggi, maka sangat lumrah diterapkan retribusi premium. Sayangnya, hingga sekarang, masih sangat minim pihak-pihak yang cermat melihat peluang tersebut.

"Misalnya, siapa tahu, ke depan di sirip-sirip Malioboro itu, ada investor yang membangun TKP. Nah, itu kan lokasinya dekat Malioboro, masyarakat jangan bicata tarif, karena pelayanannya jelas sangat optimal," ucapnya.
Vonis denda

Majelis hakim pengadilan negeri Kota Yogyakarta telah memutus perkara para oknum juru parkir (jukir) yang 'nuthuk' dengan denda sebesar Rp500 ribu. Para jukir ini divonis hukuman denda atau kurungan tiga hari karena mengelola fasilitas parkir jalan insidentil tanpa mengantongi izin.

Putusan itu dibacakan oleh hakim ketua Agus Setiawan SH Spnot saat persidangan dilakukan di ruang sidang tindak pidana ringan (tipiring) pengadilan negeri Kota Yogyakarta. Putusan itu bernomor 26/pidc/2021/PN.YKA yang ditandatangani pada Rabu (9/6/2021).

"Atas kejadian ini hakim menyatakan para terdakwa yakni Marzuki, Anjas Edi Purwanto telah terbukti secara sah meyakinkan menurut hukum bersalah," kata Agus Setiawan, saat persidangan Rabu (9/6) siang.

Mereka dinilai melanggar hukum dengan mengelola parkir liar. "Oleh karena itu majelis hakim menghukum para terdakwa dengan denda sebesar Rp500 ribu. Apabila tidak sanggup membayar maka diganti kurungan selama tiga hari," ujarnya.

Sementara itu, Marzuki yang ditemui seusai persidangan mengaku bingung lantaran kini dirinya akan kehilangan mata pencaharian. Marzuki sudah mengetahui jika lahan parkir yang dikelola itu bermasalah karena tidak memiliki izin.
Selain itu alasan dirinya mematok tarif di atas ketentuan lantaran ia bersama teman-temannya kesulitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. "Dulu sudah tak tinggalkan, karena memang sempat ditegur. Tapi kemarin pas pandemi kan bingung mau kerja apa. Akhirnya ya tak pakai lagi," jelasnya. (aka/hda)

selengkapnya Baca Tribun Jogja edisi kamis (10 Juni 2021) halaman 5.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved