Breaking News:

Paket Makanan Misterius Berujung Maut

Bandiman Memaafkan Pengirim Sate Sianida yang Menewaskan Anaknya

Meski sudah memaafkan tersangka, Bandiman dan keluarga tetap menuntut proses hukum dapat terus berjalan.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Kuasa hukum Bandiman menunjukan surat yang berisi bahwa Bandiman memaafkan perbuatan tersangka 

TRIBUNJOGJA.COM - Satreskrim Polres Bantul dan Kejaksaan Negeri Bantul menggelar rekonstruksi tewasnya NFP yang mengonsumsi sate beracun.

Rekonstruksi yang digelar di Mapolres Bantul Senin (7/6/2021) ini juga dihadiri oleh Bandiman ayah dari korban.

Bandiman juga turut dalam reka adegan pada siang itu.

Dalam kesempatan itu Bandiman tetap tenang dan aktif dalam rekonstruksi, meski berhadapan langsung dengan tersangka, NA.

Beberapa adegan juga dilakukan oleh keduanya.

Baca juga: Tersangka Kasus Sate Sianida Jalani Rekonstruksi Sambil Terisak Menangis

Saat diwawancara usai rekonstruksi, Bandiman menjelaskan bahwa pihaknya sudah memaafkan NA.

"Saya sendiri sudah memaafkan Nani yang menyebabkan anak saya meninggal karena salah sasaran," ujarnya.

Bandiman mengatakan bahwa keluarganya telah mendapatkan permintaan maaf dari NA, walaupun permintaan maaf itu tidak secara langsung, dan hanya berupa surat.

Dari Bandiman sendiri juga telah membalas surat permintaan maaf tersebut.

Surat yang ditulis tangan oleh Bandiman berisikan :

"Saya atas nama Bandiman dengan ini memberikan maaf kepada anda (NA) yang telah melakukan keteledoran walaupun salah sasaran terhadap anak saya NFP, sehingga mengakibatkan meninggalnya anak saya.

Baca juga: Datang Langsung dari Majalengka, Orangtua NA, Pengirim Paket Sate Beracun Minta Maaf ke Bandiman

Namun demikian dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami sekeluarga tetap menuntut proses hukum harus tetap berjalan dan tidak akan mengurangi/meringankan tuntutan kami sekeluarga sesuai dengan perbuatan yang telah anda lakukan,"  

Perihal surat tersebut, Bandiman kembali mengatakan bahwa ia menyerahkan proses hukum kasus ini ke kepolisian.

"Kami sekeluarga menuntut proses hukum dapat terus berjalan, dan mendapatkan hukuman yang setimpal," tambahnya.

Adapun NA, dijerat dengan pasal pembunuhan berencana yakni Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved