Breaking News:

Enam Inovasi Program Klaten Smart City Diuji Maraton 

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menguji  kemanfaatan enam inovasi  program Klaten smart city secara maraton.

istimewa
Proses pengujian program Klaten Smart City oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) secara online 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menguji  kemanfaatan enam inovasi  program Klaten smart city secara maraton.

Uji lapangan selama dua hari itu bertujuan untuk mengukur nilai kemanfaatan inovasi dari sampel responden yang ditunjuk.

Petugas pendamping Klaten Smartcity yang ditunjuk Kemenkominfo Lukito Edi Nugroho mengatakan uji lapangan dilakukan secara daring.

Pendalaman jawaban dari responden untuk mengukur nilai kemanfaatan inovasi.

" Testimoni responden perlu kami dengar langsung dan kami record. Tak kalah penting adalah paparan pengusung inovasi yang akan kami kroscek. Kegiatan ini menjadi bagian evaluasi dan mengukur dampak manfaat implementasi program Klaten smartcity" ungkap Lukito saat menguji jawaban responden Jumat (4/6/2021).

Kepala Diskominfo Klaten, Amin Mustofa mengatakan program smart city telah dirancang mulai 2019 dan mendapatkan dukungan penuh Pemkab Klaten yang tertuang dalam Perbup 52/2020 tentang masterplan smart city.

Baca juga: Kemenag Klaten : 50 Persen Guru di Sekolah di Bawah Kemenag Sudah Divaksin

Adapun program inovasi dalam implementasi Klaten Smart City yakni pertama Sistim Manajemen Administrasi Desa atau Smard dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mewakili dimensi smart goverment.

Kedua Program Matur Dokter dari Dinas Kesehatan mewakili dimensi smart living dan ketiga Program Sistim Informasi Ketenagakerjaan dan Industri atau Sikendi dari Dinas Perindusterian dan Tenaga Kerja mewakili dimensi smart economy.

Sedang inovasi keempat adalah Program Satu Hari Dua Berita atau Sariduta dari Dinas Komunikasi Informatika mewakili smart branding.

kelima Program Sekolah Sungai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mewakili dimensi smart enviroment dan keenam Program Titip Berkas Arsip Digitalku atau Titip Bandaku dari Dinas Arsip dan Perpustakaan mewakili dimensi smart society.

“Konsep smart city adalah keterpaduan stakeholder yang ada di suatu wilayah, baik pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat dan individu dalam menciptakan iklim layanan yang efektif, efisien, cepat, tepat, dekat serta ditunjang dengan adanya teknologi informasi. Sekaligus mengembang inovasi dari waktu ke waktu. Di Klaten sendiri bisa menggandeng CSR swasta dari PT Aqua Investama berupa Videotron" ungkapnya.(Tribunjogja)

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved