Uji COba Sekolah PTM
Bupati Sutedjo Pastikan Sekolah Patuhi Protokol Kesehatan Saat Jalani PTM
Para pelajar di Kulon Progo saat ini sedang menjalani uji coba kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah masing-masing.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Para pelajar di Kulon Progo saat ini sedang menjalani uji coba kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah masing-masing. Kegiatan berlaku untuk siswa jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Bupati Kulon Progo, Sutedjo menyempatkan diri untuk memantau langsung uji coba PTM di tiga sekolah di Kapanewon Panjatan, yakni TK Kusuma Mekar 1 Bugel, SDN Pleret Kidul, dan SMPN 2 Panjatan, Rabu (2/6). Uji coba PTM di TK Kusuma Mekar 1 Bugel diikuti sebanyak 33 siswa, SDN Pleret Kidul sebanyak 64 siswa, dan SMPN 2 Panjatan sebanyak 100 siswa.
Sutedjo menilai, beberapa titik sekolah yang ia pantau pada prinsipnya telah siap untuk menggelar PTM pada Juli 2021 mendatang. Ia berharap pelaksanaan PTM ke depannya berjalan lancar tanpa efek negatif terkait penyebaran penularan Covid-19.
"Proses PTM nantinya bisa dilakukan dan saya berharap tidak ada penambahan kasus Covid-19 atau timbul klaster sekolahan," ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo, Arif Prastowo mengatakan seluruh SD dan SMP di Kulon Progo saat ini menjalani uji coba PTM. Adapun untuk jenjang TK sifatnya hanya berupa simulasi.
"Kalau dilihat, simulasinya bagus, nanti malah bisa langsung PTM pada Juli 2021 mendatang tanpa dilakukan uji coba. Namun, tergantung kesiapan sekolah masing-masing. Apabila mereka siap, saya rasa tidak ada masalah," ucapnya.
Ia menilai, PTM bisa langsung digelar secara menyeluruh pada sekolah di Kulon Progo setelah uji coba ini. Namun, sekolah yang belum siap tentu saja tak diperkenankan menggelar PTM.
Arif melanjutkan, hal terpenting adalah satuan pendidikan patuh dalam penerapan protokol kesehatan (prokes). Ujung pandemi sampai saat ini belum diketahui, sehingga mereka wajib disiplin dan konsisten menjalankan prokes selama masa itu.
Dalam pemantauan itu, ia juga menekankan bahwa titik krusial dari PTM adalah ketika siswa pulang, perlu diantisipasi oleh pihak sekolah agar tidak terjadi kerumunan. "Kami harus memastikan semua sekolah siap dengan prokes. Uji coba ini penting untuk mengetahui kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi hingga 1,5 bulan ke depan," ucapnya.
Terkait vaksinasi, guru-guru menurutnya sudah menjalani suntikan dosis pertama. Apabila ada guru yang belum divaksin hingga Juli mendatang, PTM tetap bisa dilakukan namun pengajar bersangkutan tidak boleh mengajar.
Bisa ditunda
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman merencanakan uji coba PTM siswa SD/SMP digelar pada tahun ajaran baru mendatang. Pelaksanaannya tetap memperhatikan situasi dan kondisi perkembangan Covid-19.
"Pembelajaran tatap muka, masih kami jadwalkan tahun ajaran baru. Tapi, kami melihat situasi dan kondisi," kata Kepala Disdik Sleman, Ery Widaryana.
Menurut dia, apabila penularan Covid-19 di Sleman masih tinggi dan kondisi tak memungkinkan, uji coba PTM bisa ditunda. Kendati demikian, pihaknya terus melakukan persiapan sembari terus memantau perkembangan situasi dan kondisi. Ia berharap, tidak ada kejadian besar.
"Doa kita semua, semoga Covid ini cepat selesai. Kasihan anak-anak," kata dia.
Uji coba PTM itu rencananya dilakukan serentak di semua sekolah, kecuali sekolah yang berada di wilayah zona merah. Aturannya, tingkat SD memperhatikan peta zonasi padukuhan, sementara SMP memperhatikan peta zonasi kalurahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ptm-kulon-progo.jpg)