Breaking News:

4 Oknum Juru Parkir 'Nuthuk' di Jalan KH Ahmad Dahlan Dijerat Tipiring, Jadwal Sidang 9 Juni 2021

Sebanyak empat oknum pemungut tarif parkir 'nuthuk' di Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Yogyakarta dipastikan bakal menghadapi proses hukum.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak empat oknum pemungut tarif parkir 'nuthuk' di Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Yogyakarta dipastikan bakal menghadapi proses hukum.

Hal itu, merupakan tindak lanjut dari keluhan warga di Facebook beberapa waktu lalu, saat dipaksa membayar Rp 20 ribu per satu mobil.

KBO Sabhara Polresta Yogyakarta, Iptu Eko Yudi mengatakan, pihaknya sudah memanggil keempat oknum tersebut, untuk dimintai keterangan, di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: BPS DIY: Inflasi saat Lebaran Tahun Ini Paling Rendah Dibandingkan Tahun-tahun Sebelumnya

Ia memastikan, mereka dijerat dengan sanksi Tindak Pidana Ringan.

"Ada empat orang, tapi yang hadir baru dua, sudah dilakukan penindakan, untuk sidangnya dijadwalkan tanggal 9 (Juni). Kemudian, untuk dua orang yang belum hadir, akan ada pemanggilan ke dua nanti," ungkap Eko Yudi.

"Surat pemanggilannya sudah dititipkan ke dua rekannya itu tadi, ya. Jadi, tanggal 4 (Juni) ada pemanggilan kedua, karena belum hadir. Semua dijerat Tipiring," lanjut ia.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arief Nugroho mengatakan, keempat oknum tersebut tidak mempunyai legalitas, untuk melakukan aktivitas parkir di kawasan itu.

Terlebih, sesuai aturan, sekitaran titik nol kilometer pun dilarang keras untuk parkir.

"Ini aktivitas ilegal, tempat itu tidak dimungkinkan ada izin parkir. Hanya sekitar 50 meter dari nol kilometer. Dari sisi aturan tidak mungkin. Jelas ilegal," katanya.

Baca juga: Atasi Kelangkaan Air di Musim Kemarau, BPBD Klaten Siapkan 750 Tangki Air Bersih

Oleh sebab itu, pihaknya pun memasrahkan proses hukum kepada pihak kepolisian, karena yang bisa dilakukan Dishub hanya sebatas pembinaan saja.

Ia pun tak menampik lolasi tersebut memang rawan parkir liar. Namun, selama ini, oknumnya cukup lihai menghindari petugas.

"Mereka itu kucing-kucingan. Kalau ilegal tidak mungkin terbuka. Saat ada petugas, mereka tidak tampak. Tapi, kemarin ada aduan, dan ketemu," cetusnya.

"Kami selalu antisipasi. Tapi, kami dengan kepolisian tidak mugkin meng-cover semuanya. Silakan dilihat ya, terutama Jumat, Sabtu, Minggu, kita patroli, jalan di titik rawan, tapi selalu kucing-kucingan," imbuh Agus. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved