Breaking News:

Atasi Kelangkaan Air di Musim Kemarau, BPBD Klaten Siapkan 750 Tangki Air Bersih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menyiapkan 750 tangki air bersih untuk mengantisipasi kekeringan

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Almurfi Syofyan
Mobil tangki air BPBD Klaten saat mendistribusikan air bersih ke Tempat Evakuasi Sementara (TES) Gunung Merapi di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Rabu (19/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menyiapkan 750 tangki air bersih untuk mengantisipasi kekeringan dampak musim kemarau di daerah itu yang diprediksi memasuki masa puncak pada Agustus 2021.

Jumlah 750 tangki air bersih tersebut sama dengan jumlah yang disiapkan pada tahun 2020 lalu untuk menyuplai keperluan air bersih bagi warga yang rawan kekeringan.

"Kuota anggaran kita ada untuk sebanyak 750 tangki air bersih yang kita siapkan. Satu tangki ini 5.000 liter air," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta saat ditemui di Grha Megawati Klaten, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: Desa di Lereng Gunung Merapi Klaten Mulai Alami Kekeringan Air Bersih

Menurut Haris, pada tahun 2020 pihaknya menyiapkan sebanyak 750 tangki ait bersih untuk di salurkan ke desa-desa yang rawan mengalami kekeringan saat terjadinya musim kemarau.

"Kemarin tahun 2020 itu, dari 750 tangki air bersih yang kami punya, sebanyak 749 air bersih kita distribusikan ke desa-desa yang mengalami kekeringan," ucapnya.

Ia mengatakan, hingga awal Juni 2021 ini pihaknya baru mendistribusikan air bersih pada masjid dan musala di tiga desa yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi.

Namun, distribusi air itu bukan untuk mengatasi kekeringan namun lebih untuk persiapan warga dalam menyambut masuknya bulan ramadan dan idulfitri kemarin.

"Sejauh ini baru ke masjid dan musala itu. Untuk desa-desa lain belum ada yang melaporkan kekeringan atau meminta bantuan air bersih kepada kami hingga awal Juni ini," katanya.

Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, lanjut Haris, di Kabupaten Klaten setidaknya terdapat 9 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan saat masuknya musim kemarau.

Dari 9 kecamatan itu, total terdapat 39 desa yang langganan mengalami kekeringan saat musim kemarau di Klaten.

Baca juga: Pemkab Magelang Salurkan Stimulus Ekonomi Bagi Pelaku Usaha yang Terdampak Covid-19

"Data kita ada 9 kecamatan yang tersebar di 39 desa. Tapi tahun ini ada potensi kemarau basah, mungkin bisa berkurang tapi update-nya besok saat rakor bagaimana," jelasnya.

Saat ini, lanjut Haris pihaknya berencana mengajukan status siaga darurat musim kemarau di Klaten kepada Bupati Klaten mulai 1 Juli 2021 mendatang.

"Rencana kita satu 1 Juli 2021 hingga 31 Oktober 2021 dengan titik puncak kemarau itu  diprediksi pada Agustus 2021. Jadi, dibandingkan tahun lalu kita mundur satu bulan. Tapi selasa depan kita rakor dan informasi terbarunya saat rakor itu," imbuhnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved