Headline
52 Orang Terpapar Covid-19 Dari Klaster Halalbihalal di Sleman
PENULARAN kasus Covid-19 di Dusun Nglempong, Padukuhan Ngemplak II, Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak, Sleman semakin meluas.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penularan kasus Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) di Dusun Nglempong, Padukuhan Ngemplak II, Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak, Sleman semakin meluas. Total ada 52 orang yang sudah dinyatakan positif. Jumlah tersebut, bukan hanya berasal warga Nglempong, namun ada juga warga dusun sebelahnya, Degolan.
Kasus yang ditemukan di dua dusun tersebut, dipastikan saling terhubung dan menjadi klaster halalbihalal. "Sekarang kasus corona di dua dusun itu sudah menjadi klaster halalbihalal. Karena jumlahnya sudah cukup besar," kata Kepala Puskesmas Ngemplak I, dr. Seruni A. Susila, Jumat (28/5/2021).
Dia menjelaskan, hasil tes usap (swab) massal yang dilakukan di Nglempong, pada Kamis (7/5) kemarin, didapati ada 39 orang positif. Warga yang positif itu, 35 berasal dari warga Nglempong. Sedangkan 4 lainnya adalah warga Degolan.
Menurut Seruni, warga Degolan diikutkan tes usap massal karena sebelumnya pada tanggal 23 Mei, ada satu orang yang rumahnya berbatasan dengan Nglempong dinyatakan positif. Warga tersebut diketahui ikut dalam kegiatan ujung (berkunjung/silaturahmi) saat Lebaran bersama warga Nglempong lainnya.
Kini, warga Dusun Degolan yang dinyatakan positif ada 5 orang dari 2 rumah. Sedangkan warga Nglempong totalnya 47 orang dari 17 rumah. Dengan temuan kasus positif ini, pihak Puskemas Ngemplak I kembali melakukan tracing atau pelacakan lanjutan.
Tim tracer menelusuri, sebelum pasien di karantina, ke mana saja aktivitas sosialnya. "Jadi sekarang kami melanjutkan tracing generasi ketiga. Kami cari terus. Setiap ada kasus baru, selalu tracing lagi," katanya.
Nantinya, kata Seruni, apabila kontak erat yang ditemukan jumlahnya cukup banyak, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan kembali tes usap massal. Namun, berbeda jika tracing jumlahnya kecil dan terbatas.
"Kami cukup undang warga ke puskemas untuk tes swab PCR," ujar dia.
Isolasi
Sebanyak 39 warga Dusun Nglempong dan Degolan, Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak yang telah dinyatakan positif diminta menjalani isolasi. Di mana hasil koordinasi dengan Satgas penanganan Covid-19 tingkat kabupaten hingga padukuhan, menurut Seruni, sebanyak 32 orang dirawat di Fasilitas Kesehatan Darurat Rusunawa Gemawang.
Sedangkan 7 lainnya, (dengan rincian 4 warga Degolan dan 3 warga Nglempong) menjalani isolasi mandiri. Pengawasan agar isolasi dengan baik, akan disokong penuh oleh satgas tingkat dusun masing-masing.
Seruni menjelaskan, 3 warga dusun Nglempong yang positif dan tidak dibawa ke Rusunawa Gemawang adalah satu keluarga. Yang terpapar pertama adalah suami. Belakangan, setelah tes usap massal ternyata istri dan anaknya umur 3 tahun dan juga satu lansia dinyatakan positif.
Mereka akhirnya isolasi mandiri dalam satu rumah. "Kebetulan, mereka pasien tanpa gejala. Rumahnya juga cukup baik untuk isoman (isolasi mandiri). Memiliki halaman yang luas. Nanti isoman akan dibantu oleh satgas dusun," tuturnya.
Terhubung
Sementara itu, Panewu Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih mengatakan, kasus penularan corona di dua dusun di Kalurahan Umbulmartani, saling terhubung dan dipastikan klaster halalbihalal.
Setelah warga positif diisolasi, selanjutnya akan dilakukan dekontaminasi dengan cara spraying atau penyemprotan disinfektan.
Menurut dia, meskipun sebagian warga Nglempong dinyatakan positif, ia memastikan tidak ada perpanjangan pembatasan mikro. Warga tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Hanya saja kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa atau kegiatan sosial seperti arisan maupun pengajian ditiadakan.
"Tidak ada kegiatan sosial, minimal sampai selesai isolasi," kata dia. (rif)
Baca Tribun Jogja edisi Sabtu (29 Mei 2021) halaman 01.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/indikasi-klaster-syawalan-ratusan-warga-nglempong-umbulmartani-ditesting-massal.jpg)