Breaking News:

Penerapan Prokes COVID-19 Pada Pesta Pernikahan di Klaten Sabtu-Minggu Ini Diminta Diperketat

Pelaksanaan penerapan protokol kesehatan COVID-19 pada pesta pernikahan di Kabupaten Klaten diminta untuk diperketat pada Sabtu-Minggu (29-30/5/2021)

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Ilustrasi Berita Klaten 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pelaksanaan penerapan protokol kesehatan COVID-19 pada pesta pernikahan di Kabupaten Klaten diminta untuk diperketat pada Sabtu-Minggu (29-30/5/2021).

Hal itu dimintanoleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten lantaran naiknya kasus sebaran COVID-19 di daerah itu dalam beberap waktu terakhir.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Ronny Roekmito mengatakan pengawasan dan monitoring terhadap kegiatan pernikahan tersebut juga telah di keluarkan surat edarannya.

Baca juga: Klaster Halal Bihalal, Tracing Terus Dilakukan Setelah 52 Warga Umbulmartani Sleman Positif Covid-19

"Ibu bupati Klaten memerintahkan kepada Satgas COVID-19 kecamatan beserta jajarannya untuk segera melakukan pengawasan dan monitoring terhadapa kegiatan pernikahan sabtu minggu," ujarnya, Jumat (28/5/2021).

Menurut Ronny, ada empat poin yang perlu ditekankan kepada masyarakat yang melakukan kegiatan pernikahan.

"Pertama, selama acara pernikahan berlangsung, protokol kesehatan COVID-19 wajib dilakukan secara disiplin. Kedua, rangkaian acara dipersingkat sehingga tidak menimbulkan kerumunan," jelas Ronny.

Kemudian, untuk penyajian makanan diupayakan secara aman dan masyarakat yang melaksanakan kegiatan disarankan menyediakan makanan yang bisa dibawa pulang.

"Terakhir, warga yang memiliki giat pernikahan diminta untuk selalu koordinasi dengan jajaran forkompimcam, Satgas Desa dan Joggo Tonggo," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Wakhid Muhsin, mengaku jika pihaknya sudah memberikan sosialiasi kepada masyarakat terkait pesta pernikahan.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 28 Mei 2021: Tambah 180 Kasus, 195 Pasien Dinyatakan Sembuh

"Kami sudah lakukan sosialisasi, kalau hajatan itu harus ada tempat cuci tangannya, undangan wajib pakai masker dan kami sudah tekankan saat warga minta izin untuk pernikahan itu," katanya.

Ia menjelaskan, pada Sabtu - Minggu ini di desa yang ia pimpin tidak ada warga yang melaksanakan hajatan pernikahan.

"Sabtu minggu ini kosong, yang adanya sabtu depannya lagi, ada satu warga," katanya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved