Gerhana Bulan
Menikmati Bulan Super Merah di Alun Alun Kidul
JUTAAN orang menikmati kesempatan langka yakni menyaksikan gerhana bulan total yang berwarna merah yang dikenal dengan Super Blood Moon.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jutaan orang menikmati kesempatan langka yakni menyaksikan gerhana bulan total yang berwarna merah yang dikenal dengan Bulan Merah Super atau Super Blood Moon, Rabu (26/5/2021). Fase gerhana berlangsung sejak pukul 15.46 WIB dan puncak super blood moon terjadi pada pukul 18.18 WIB, 19.18 WITA atau 20.18 WIT.
Di Yogyakarta, warga banyak yang berbondong-bondong ke Alun Alun Kidul untuk melepas penat sekaligus melihat gerhana bulan. Proses terjadinya gerhana bulan total itu terlihat jelas di Alun Alun Kidul Yogyakarta, mulai pukul 18.00 WIB.
Cuaca tergolong cerah, tidak hujan maupun gerimis. Dengan begitu, masyarakat bisa menyaksikan proses terjadinya GBT dengan jelas dan mata telanjang. Tahun ini, GBT yang terjadi adalah Super Blood Moon atau Bulan Super Merah.
Selama gerhana seperti itu, bulan purnama bergerak ke dalam bayangan bumi yang dipantulkan oleh matahari, dan untuk sementara menjadi gelap. Beberapa sinar matahari yang masih mencapai bulan, dibiaskan oleh atmosfer bumi.
Alhasil, bulan akan diterangi dengan cahaya merah tua yang pucat, warnanya tergantung pada kondisi atmosfer. Istilah ‘Blood Moon’ sejatinya menunjukkan beberapa cara menarik yang digunakan masyarakat modern untuk menciptakan cerita tentang fenomena langit langka ini.
Gerhana bulan sudah lama memesona semua budaya di seluruh dunia, dan menginspirasi beberapa mitos dan legenda yang tersohor. Banyak di antaranya menggambarkan peristiwa tersebut sebagai ‘pertanda’.
Tapi, masyarakat lainnya juga punya cara pandangnya sendiri melihat fenomena langit ini. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.
Ketika gerhana bulan total terjadi, posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar sehingga membuat bulan masuk ke umbra bumi. Sementara, supermoon adalah istilah masyarakat untuk menandai bulan yang berada pada titik terdekat dengan bumi, karena tampak sangat besar dan sangat cerah.
Disebut Super Blood Moon lantaran bulan ini terlihat seperti berwarna merah. Warna merah pada bulan muncul karena cahaya matahari yang dihamburkan oleh debu dan molekul di atmosfer bumi sebelum terpantulkan lagi ke arah bulan.
Cahaya berwarna biru akan terhamburkan lebih kuat, sedangkan warna merah dapat lolos melewati atmosfer bumi dan sampai ke permukaan bulan. Meski begitu, warna merah bulan tidak selalu sama.
Perbedaan warna ini bergantung pada banyaknya kandungan uap air, polutan udara hasil pembakaran atau asap pabrik atau kendaraan bermotor, debu, dan abu letusan gunung berapi di bumi. Bulan akan tampak semakin gelap dengan semakin banyaknya kandungan material tersebut. (ard/kpc)
Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Kamis (27 Mei 2021) halaman 12.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gerhana-bulan-total-dengan-jelas-di-alun-alun-kidul.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gerhana-bulan-total-gbt-rabu-26052021.jpg)