Inilah yang Terjadi pada Tubuh Jika Kadar Gula Darah Anda Terlalu Tinggi
Gula dalam darah bertujuan untuk memberi energi pada sel dan organ tubuh. Namun, jumlah gula darah yang terlalu banyak bisa menyebabkan hiperglikemia
Tribunjogja.com - Gula darah, atau glukosa darah, adalah ukuran jumlah glukosa dalam darah Anda.
Ketika Anda makan karbohidrat, tubuh Anda memecah karbohidrat itu menjadi glukosa.
Secara alami, tubuh manusia mengandung gula dalam darah atau yang kerap disebut glukosa.
Gula dalam darah bertujuan untuk memberi energi pada sel dan organ tubuh. Namun, jumlah gula darah yang terlalu banyak bisa menyebabkan hiperglikemia.
Berapa ukuran kadar gula darah normal? Berikut adalah ukuran kadar gula darah normal bagi orang dengan dan tanpa penyakit Diabetes, dilansir dari Medical News Today.
1. Jika waktu pemeriksaan sebelum makan, kadar gula darah normal untuk orang tanpa Diabetes adalah kurang dari 100 mg/dl
2. Jika waktu pemeriksaan 1-2 jam setelah makan, kadar gula darah normal untuk orang tanpa Diabetes adalah kurang dari 140 mg/dl
3. Jika waktu pemeriksaan sebelum makan, kadar gula darah normal untuk orang dengan Diabetes adalah antara 80-130 mg/dl
4. Jika waktu pemeriksaan 1-2 jam setelah makan, kadar gula darah normal untuk orang dengan Diabetes adalah kurang dari 180 mg/dl
Meski panduan ini biasanya digunakan oleh para dokter, mereka juga akan memberikan rencana manajemen gula darah yang mencakup target pribadi.
Gula darah biasanya paling rendah sebelum sarapan dan menjelang makan. Namun, setelah jam makan, gula darah sering kali melonjak tinggi.
Orang dengan Diabetes biasanya memiliki target kadar gula darah yang lebih tinggi dibandingkan orang tanpa Diabetes.
Baca juga: Tanda-tanda yang Muncul dari Tubuh Jika Kadar Gula Darah Anda Naik
Kadar gula darah seseorang bisa melonjak karena kondisi berikut:
- memiliki kondisi medis tertentu
-menggunakan obat-obatan tertentu
-olahraga berlebihan
-melewatkan makan atau makan terlalu sedikit
- kadar insulin yang terlalu tinggi.
Gejala
Tanda-tanda seseorang mengalami hiperglikemia bisa berupa berikut ini:
-menderita sakit kepala dan nyeri lainnya
-sulit berkonsentrasi
-merasa sangat haus atau lapar
-merasa mengantuk atau lelah
-penglihatan kabur
-mulut terasa kering
-kembung
-sering buang air kecil
-penyembuhan luka membutuhkan waktu lama.
Baca juga: Waspadai 9 Tanda-tanda yang Muncul dari Tubuh Ini Sebagai Peringatan Gejala Awal Anda Kena Diabetes
Gula darah yang terlalu tinggi disertai dengan insulin rendah dapat menyebabkan peningkatan keton atau asam darah yang bisa memicu ketoasidosis diabetik.
Ketoasidosis diabeteik adalah komplikasi diabetes serius saat tubuh memproduksi keton berlebihan.
Hal ini bisa membuat penderitanya mengalami hal berikut:
-sesak napas
-bau nafas
-detak jantung yang cepat
-kebingungan dan disorientasi
-muntah
-dehidrasi
-koma.
Seseorang bisa dikatakan mengalami hiperglikemia jika kadar gula dalam darah lebih dari 250 ml/dl.
Efek gula darah terlalu tinggi pada tubuh
Gula darah yang terlalu tinggi bisa menyebabkan komplikasi berikut:
1. Sering buang air kecil dan haus
Gula darah tinggi bisa mempengaruhi ginjal dan kadar urin. Akibatnya, tubuh menarik lebih banyak air sehingga penderita sering buang air kecil.
Kondisi ini juga dapat menyebabkan rasa haus yang tinggi meskipun minum cukup cairan.
2. Penurunan berat badan
Gula darah tinggi dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tiba-tiba atau tanpa sebab yang pasti.
Hal ini terjadi karena sel-sel tubuh tidak mendapatkan glukosa yang dibutuhkan sehingga tubuh membakar massa otot dan lemak untuk energi.
3. Mati rasa dan kesemutan
Gula darah tinggi juga dapat menyebabkan mati rasa, terbakar, atau kesemutan di tangan dan kaki.
Kondisi ini disebabkan oleh neuropati diabetik atau suatu komplikasi diabetes yang sering terjadi setelah tingginya kadar gula darah dalam jangka waktu yang lama.
Seiring waktu, gula darah tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada organ dan sistem tubuh.
Gula darah tinggi juga bisa merusak pembuluh darah yang memicu komplikasi berikut:
-serangan jantung atau stroke
-kerusakan mata dan kehilangan penglihatan
-penyakit ginjal atau gagal
-masalah saraf di kulit, terutama kaki, menyebabkan luka, infeksi, dan masalah penyembuhan luka.
Baca juga: Hasil Penelitian, Madu Bisa Turunkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes
Cara mengontrol gula darah
Untuk mencegah risiko tersebut, kita harus menjaga keseimbangan kadar gula dalam darah.
Berikut tips menjaga kadar gula dalam darah:
-periksa kadar gula darah secara teratur
-konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan atau ahli gizi untuk mengetahui pola makan yang tepat
-mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari infeksi, misalnya, mencuci tangan secara teratur. Hal ini wajib dilakukan karena penyakit, seperti pilek, dapat memicu peningkatan tekanan darah
-lakukan gaya hidup sehat dengan makan bergizi seimbang dan olahraga mereka untuk
-menyeimbangkan kadar gula darah
-meminimalkan stres, misalnya melalui olahraga, cukup tidur, dan kegiatan rileksasi seperti meditasi atau yoga.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penyebab-dan-gejala-hipoglikemia.jpg)