Breaking News:

IBL Pertamax 2021

Capaian KAI Bima Perkasa di IBL Pertamax 2021 Bikin Bangga Jogja

SEKRETARIS Umum (Sekum) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) DIY, Andi Hirawan turut bangga atas pencapaian KAI Bima Perkasa.

Penulis: Taufiq Syarifudin
Editor: Agus Wahyu
Dokumentasi IBL
Galank Gunawan melakukan rebound saat lawan Louvre Dewa United, Senin (24/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - KAI Bima Perkasa Jogja harus menelan pil pahit kala berhadapan dengan Louvre Dewa United Surabaya di babak playoff Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2021. Bertanding tiga kali berturut-turut sejak Minggu (23/5/2021) hingga Selasa (25/5/2021), mereka hanya meraih satu kemenangan. Walhasil, tiket semifinal terpaksa digenggam oleh Louvre.

Gim pertama KAI Bima Perkasa sebenarnya mampu mendominasi hingga akhir laga dengan skor 79-63. Gim kedua, anak asuh David Singleton dipaksa bermain lewat drama overtime dan kalah dengan skor 63-67 sehingga pertandingan dilanjutkan di gim ketiga. Sayang, di gim penentuan ini KAI Bima Perkasa kembali dipaksa menyerah dengan skor 56-67.

Kapten KAI Bima Perkasa Jogja, Azzaryan Pradhitya mengatakan jika pencapaian tersebut sebenarnya berada di luar ekspektasinya. Adit, sapaan akrab Azzaryan menyebut jika kalah dari Louvre bukan hasil terbaik yang diharapkan tim. "Kekalahan dari Louvre itu bukan hasil terbaik dan tidak sesuai harapan dari kita," kata Adit.

Kekalahan tim di dua gim terakhir disebut Adit karena para pemain kelelahan karena harus bermain sebanyak tiga gim berturut-turut. "Di gim kedua kita kehilangan momentum di kuarter empat, sampai akhirnya Jamar melakukan tembakan di buzzer time, menurut saya itu lucky shoot (keberuntungan) saja," ujarnya.

"Gim ketiga, semua game plan kita tidak berjalan dengan baik di awal, meskipun sempat mengejar tapi kita kurang fokus di akhir pertandingan," imbuh Adit sapaan akrabnya. Menurut Adit, tim akan menjalani libur sejenak, dan belum ada pengumuman soal kapan akan mulai kembali berlatih.

Presiden klub, Edy Wibowo menyebut, hasil yang diraih KAI Bima Perkasa memang bukan hasil yang diharapkan, namun secara menyeluruh tim sudah bermain sangat baik. "Ini hasil akhir yang pasti menyesakkan. Dalam pertandingan basket memang harus ada kalah menang. Tapi secara umum tim ini sudah bermain luar biasa dan tidak bergantung pada satu orang pemain,” kata Edy.

“Di gim kedua ada momen kita memimpin pertandingan, seharusnya kita “membunuh” dengan tetap mencetak angka di kuarter terakhir, sayangnya faktor ”kurang membunuh” ini yang akhirnya menyakiti kita," kata Edy.

Sekretaris Umum (Sekum) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) DIY, Andi Hirawan turut bangga atas pencapaian KAI Bima Perkasa. "Mereka membawa nama DIY ke liga tertinggi lalu berjuang di sana. Apa yang mereka lakukan benar-benar membakar atmosfer basket di DIY. Saya rasa mereka sudah punya bekal untuk musim depan dan untuk musim ini apa yang mereka lakukan untuk Yogyakarta sudah lebih dari cukup," respon Andi. 

Dilandai Badai Cedera
Cederanya sejumlah pemain jadi penyebab KAI Bima Perkasa gagal menyegel tiket semifinal IBL Pertamax 2021. Tercatat, lima pemain sempat dibekap cedera yakni Azzaryan Pradhitya, Galank

Gunawan, Ali Mustofa, Febri Utomo, dan Indra Muhammad. Kelimanya menjalani laga playoff sambil menahan sakit di kaki mereka karena belum sembuh 100 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved