Transformasi Yamaha SR400 Ala Old Scrambler, Bergaya 'Old School' Tulen, Jadi Makin Menarik
Bermodal motor Yamaha SR400 pabrikan tahun 1980-an salah satu builder motor kustom dari Yogyakarta 'Sik Ayem Cycles', Sanga Nawa Songo membuat motor
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Bermodal motor Yamaha SR400 pabrikan tahun 1980-an salah satu builder motor kustom dari Yogyakarta 'Sik Ayem Cycles', Sanga Nawa Songo membuat motor bergaya modifikasi Old Scrambler.
Pemuda kelahiran 1999 ini menerapkan rangka motor yang kokoh dan juga sesuai dengan kebutuhan gaya Old Scrambler yang menopang dapur pacu berkapasitas 399 cc.
Ya, bagian rangka menjadi salah satu faktor penentu bagaimana sebuah motor tampil dengan karakter yang kuat. Untuk itu, rangka menjadi bagian yang harus diperhitungkan dengan rinci sehingga selain memenuhi estetika juga menunjang fungsi sebagai penyangga body motor.
Tak heran, pengerjaan rangka untuk Old Scrambler Yamaha SR400 ini dipercayakan Sanga pada rekanan bengkel di Ponorogo, Jawa Timur.
Baca juga: Pameran Tunggal Ummi Shabrina Anomaly in Matrimony, Ketegangan di Balik Parade Sakral
"Saya dapat 2 tahun lalu, dulu beli hanya mesin saja yang diimpor langsung oleh teman dari Jepang. Ketika itu untuk mesin saja saya beli seharga Rp 17 juta," ujar Sanga pada Tribun Jogja.
Dijelaskannya, proses pengerjaan memang dibutuhkan waktu yang panjang. Sebab, pengerjaan ia lakukan secara bertahap, disela kesibukannya sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta (STIPRAM) ketika itu.
Adapun proses pengerjaan motor ini ia fokuskan lebih dulu pada bagian kaki-kaki, tromol, velg, dan ban. Kemudian baru ke rangka, tangki bensin, tangki oli, slebor depan-belakang, shock depan-belakang, stang, jok dan terakhir bagian footstep.
"Kesulitan yang dihadapi dalam proses pengerjaan ialah proses centering antara mesin dan rangka, dan roda belakang," ungkap pemilik akun instagram @sanganawasongo ini.
Penerapan gaya Old Scrambler di motor ini lebih cenderung tetap menampilkan juga kesan klasik. Beberapa penerapan tersebut bisa dilihat di bagian lampu depannya yang menggunakan model LED dengan rumah ala number plate motor flat tracker.
Kesan klasik juga ditonjolkan dari penggunaan suspensi depan menggunakan shock teleskopik orisinil milik Yamaha R25, sedangkan belakang menggunakan suspensi ganda daytona super cozy.
Bagian velg menggunakan velg krom dengan jeruji, menonjolkan kesan klasik berbeda dengan motor keluaran saat ini.
Untuk bagian ban, agar menguatkan karakter maskulin gaya Old Scrambler, motor ini menggunakan ban belakang ring 18 dan pada bagian depan menggunakan ring 21, dengan ban dual purpose yang nyaman dikendarai di semua medan jalan.
Motor ini pun memiliki ground clearance yang cukup tinggi. Salah satu fungsi ground clearance tinggi ini adalah untuk melindungi mesin saat berkendara dengan kondisi medan berbatu. Di samping itu, penampilan motor tampak lebih gagah.
Sedangkan pada bagian mesin, Sanga sengaja tak melakukan bore up karena mesin berkapasitas 399 cc dirasa sangat cukup. Apalagi, Yamaha SR400 sudah memiliki tipe mesin 4-Stroke, Single Cylinder, SOHC, Air-Cooled, 2 Valve.
Sementara untuk motor custom garapannya ini, Sanga juga memiliki alasan tersendiri mengapa membangunnya dengan konsep Old Scrambler.
"Kalau soal pemilihan aliran modifikasi Old Scrambler, sederhana saja sih. Sebab sejak awal tujuannya membuat motor yang nyaman untuk bepergian jauh. Di samping itu, Yamaha SR400 ini mesinnya bandel untuk perjalanan jauh," ujar Sanga.
"Keinginan awal sih niru Triump, cuma kalau dibikin sama saya pikir kok wagu (janggal), karena mesinnya bukan Triump juga. Sehingga dibuatlah sedemikian rupa," tambahnya.
Pakai Teknik Painting Patina Style
Tampilan motor kustom garapan Sanga makin oldskool tulen ditambah satu keunikan lainnya di bagian bodyworksnya. Tengok saja bagian tangki custom motor ini.
Tangki replika Daytona Triumph ini menggunakan teknik painting patina style yang jarang ditemui pada modifikasi repaint motor di Indonesia. Patina sendiri identik dengan estetika yang mencuatkan kesan vintage atau klasik, seolah seperti warna logam yang berkarat.
Baca juga: Pakar Statistika UGM Ungkap Efektivitas Penanganan Hingga Prediksi Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir
"Beberapa orang bilang ke saya, apa nggak eman-eman apabila tangki motornya tidak dicat dan dibiarkan berkarat. Saya kemudian tanggapi itu sebagai guyonan, sebab tangkinya sebenarnya sudah dicat dengan teknik patina style," pungkasnya.
Spesifikasi
Yamaha SR400
-Velg d/b sgp TS ori depan belakang
-tromol belakang GT 380 ori
-tromol depan ori SR400
-slebor belakang custom finishing chrome
-slebor depan Ls3 ori cut finishing chrome
-gas tank triumph custom
-shock depan r25 ori
-shock belakang daytona super cozy
-handlebar custom tebal finishing chrome
-frame+swing arm custom finishing cat
-ban d/b IRC & Primax. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/builder-yamaha-sr400-yang-bertransformasi-ala-old-scrambler.jpg)