Breaking News:

Pakar Statistika UGM Ungkap Efektivitas Penanganan Hingga Prediksi Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir

Menurutnya apabila Covid-19 ini tidak bisa dikendalikan maka akan sulit mengharapkan pandemi ini akan berakhir dalam waktu dekat bahkan potensial

Editor: Kurniatul Hidayah
SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIA
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengendalian Covid-19 secara global belum menampakkan hasil secara maksimal.

Meski di beberapa negara berhasil meminimalisir kasus baru namun di sebagian negara lain terjadi lonjakan signifikan.

Menurutnya apabila Covid-19 ini tidak bisa dikendalikan maka akan sulit mengharapkan pandemi ini akan berakhir dalam waktu dekat bahkan potensial menjadi endemik global atau endemik di wilayah tertentu. 

Baca juga: KRONOLOGI Lengkap Dua Motor Tabrakan dan Terbakar di Jalan Tamansiswa, Korban Luka Ringan

Hal itu dikemukakan oleh Pakar Statistika UGM Prof Dr Dedi Rosadi, Sabtu (22/5/2021), saat menanggapi pandangannya soal prediksi berakhirnya pandemi dan ancaman adanya endemik global.

Dedi Rosadi menuturkan dari data statistik pengendalian kasus baru di tingkat global, ia menyebutkan metode pengendalian non obat terbukti efektif dalam meminimalisir munculnya kasus baru Covid-19.

Beberapa negara yang berhasil menekan kasus baru tersebut adalah China, Australia dan Selandia Baru.

Namun begitu, pengendalian lewat vaksin dan obat secara global tetap saja terus digalakan di tengah belum disiplinnya masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan, masihnya keterbatasan vaksin dan obat serta adanya mutasi virus. 

“Sampai saat ini memang secara global fokus masih di pengendalian non obat,” kata Dedi Rosadi, Sabtu (22/5/2021).

Pengendalian non obat, kata Rosadi, tingkat efektifitasnya beragam dari berhasilnya menekan munculnya kasus baru dalam beberapa bulan terakhir tapi di beberapa negara tertentu juga terjadi gelombang kedua dan ketiga penularan Covid-19.

“Efektifitasnya beragam, ada yang sudah sampai multi waves, namun banyak juga yang masih single wave seperti di Indonesia, Maroko, Paraguay, Uruguay,“ katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved