Breaking News:

ADVERTORIAL

Pemkab Sleman Resmi Meluncurkan Program Si Wolly Nyaman

Pemkab Sleman meluncurkan secara resmi program pengendalian Dengue (DBD) dengan menerapkan teknologi nyamuk ber-Wolbachia (Si Wolly Nyaman)

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kabupaten Sleman meluncurkan secara resmi program pengendalian Dengue (DBD) dengan menerapkan teknologi nyamuk ber-Wolbachia (Si Wolly Nyaman) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Jumat (21/5/2021).

Peluncuran tersebut ditandai dengan penyerahan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia oleh Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo kepada Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

Kegiatan peluncuran program Si Wolly Nyaman tersebut dikemas dalam kegiatan Talkshow yang juga mengundang sejumlah narasumber di antaranya, Direktur Regional WMP Global, Dr. Claudia Surjadjaja, Project Leader WMP Yogyakarta, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, Ph.D, dan Ketua Yayasan Tahija, Trihadi Saptoadi.

Dalan kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menyampaikan bahwa implementasi program tersebut melalui sejumlah tahapan meliputi pelatihan, sosialisasi, pendataan orang tua asuh, penitipan ember yang berisi telur nyamuk ber-Wolbachia pada orang tua asuh, monitoring populasi nyamuk, hingga penarikan ember telur. 

Baca juga: UGM dan WMP Yogyakarta Sabet Penghargaan MURI, Pelopor Penelitian Nyamuk ber-Wolbachia

Lebih lanjut, Joko memaparkan ada sebanyak 22.323 lokasi di wilayah Sleman yang nantinya akan menjadi tempat peletakkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia. 

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa Diluncurkannya Program Si Wolly Nyaman tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap kesehatan warga Sleman.

"Manfaat program ini untuk mengurangi kasus penularan lokal DBD di Sleman, minimal sampai 50%," Katanya. 

Kustini menyebut  kerjasama Sleman dalam pelaksanaan program tersebut dimulai sejak awal penelitian WMP Yogyakarta, ditandai pelepasan nyamuk skala kecil di Dusun Kronggahan dan Nogotirto pada 2014.

Dari hasil penelitian tersebut, didapatkan keberhasilan dengan efikasi 77 persen.

Berdasarkan hal tersebut, Kustini berharap keberhasilan program tersebut juga akan dirasakan manfaatnya oleh warga Sleman. ( Tribunjogja.com )

Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved