Balon Udara Misterius Meledak di Klaten

Kesaksian Kades Sabrang Klaten, Suara Ledakan Balon Udara Terdengar hingga Jarak 300 Meter

Kesaksian Kades Sabrang Klaten, Suara Ledakan Balon Udara Terdengar hingga Jarak 300 Meter

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA / ALMURFI SYOFYAN
Sejumlah petugas kepolisian memeriksa sisa serpihan balon udara yang meledak di Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Senin (17/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Suara letusan balon udara pembawa mercon misterius di Dukuh Krapyak, Desa Sabrang, Kecamatan Klaten terdengar hingga jarak 300 meter.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Desa Sabrang, Agus Sukardjito saat ditemui Tribun Jogja di Mapolsek Delanggu, Senin (17/5/2021) sore.

Menurutnya, suara ledakan balon udara pembawa mercon misterius itu sampai ke rumahnya yang berada di Dukuh Sidoharjo desa tersebut.

"Suara ledakannya kencang, saya saat itu berada di rumah dan terdengar suara ledakan, jarak rumah saya dengan lokasi ledakan sekitar 300 meter," ucap Agus.

Ia menjelaskan, pada awalnya dirinya tidak menyangka jika suara tersebut merupakan suara ledakan dari balon udara pembawa mercon misterius itu.

"Saya tidak menyangka itu balon udara berisi mercon, tapi saat kejadian saya langsung menuju TKP karena itu wilayah saya," ucapnya.

Baca juga: Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Ledakan Balon Udara di Delanggu

Baca juga: Kesaksian Warga Delanggu Saat Balon Udara yang Bawa Mercon Meledak di Samping Rumahnya

Baca juga: BREAKING NEWS: Balon Udara Misterius Meledak di Klaten, Warga Sempat Dengar 4 Kali Ledakan

Saat tiba di lokasi, lanjut dia, warga sudah ramai melihat balon udara tersebut.

"Tadi juga ada tiga biji mercon yang belum meledak ukurannya juga cukup besar sudah dibawa polisi juga," ucapnya.

Disinggung terkait asal muasal balon udara membawa mercon misterius itu, ia menegaskan jika di desa yang ia pimpin tidak pernah ada produsen mercon.

"Sepengetahuan saya nggak ada pembuat mercon di sini, termasuk di kecamatan Delanggu ini. Peristiwa ini juga yang pertama kali terjadi di desa kami," katanya.

Ia pun mengimbau warga Desa Sabrang untuk tetap waspada dan tidak ikut-ikutan bermain mercon atau petasan lantaran dapat membahayakan warga lainnya. (Tribunjogja/Almurfi Syofyan)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved