Tidak Sebut Palestina dalam Unggahannya di Media Sosial, Gal Gadot Dikecam Netizen Dunia

Aktris Gal Gadot dikecam lantaran mencuitkan beberapa pernyataan kontroversial terkait konflik Palestina - Israel. Di setiap media sosial, Gal mencura

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Kurniatul Hidayah
www.instagram.com/gal_gadot
Gal Gadot. 

TRIBUNJOGJA.COM - Aktris Gal Gadot dikecam lantaran mencuitkan beberapa pernyataan kontroversial terkait konflik Palestina - Israel.

Di setiap media sosial, Gal mencurahkan perasaan setelah dirinya mengetahui negaranya berkonflik dengan negara tetangga.

“Hatiku hancur. Negara saya sedang berperang. Saya mengkhawatirkan keluarga saya, teman-teman saya. Saya khawatir akan rakyat saya. Ini lingkaran setan yang sudah berlangsung terlalu lama. Israel berhak hidup sebagai bangsa yang bebas dan aman," tulis Gal Gadot di aku Instagram-nya, Kamis (13/5/2021).

"Tetangga kita berhak mendapatkan hal yang sama. Saya berdoa untuk para korban dan keluarga mereka, saya berdoa agar permusuhan yang tak terbayangkan ini berakhir,” katanya.

Dia berharap para pemimpin bisa menemukan solusi agar semuanya bisa hidup berdampingan dengan damai.

Wonder Woman
Wonder Woman (ist)

“Saya berdoa untuk hari-hari yang lebih baik,” lanjut Gal Gadot. Pernyataan Gal Gadot yang seolah berpihak pada dua pihak mungkin terdengar cukup ramah.

Namun, sejumlah warganet mempermasalahkan istilah ‘negara tetangga’ yang digunakan bintang Wonder Woman tersebut di tengah konflik.

Komentarnya itu memicu banyak kontroversi dari masyarakat lantaran aktris Wonder Woman itu tidak menyebut negara Palestina dan memilih menggunakan kalimat ‘tetangga kami’.

Sehingga, namanya sempat menjadi trending topic di Twitter.

Hal tersebut membuat Gal Gadot menutup kolom komentar di unggahannya tersebut.

Gal Gadot saat syuting Wonder Woman 1984.
Gal Gadot saat syuting Wonder Woman 1984. (Yahoo Movies UK)

Ini kali kesekian Gal Gadot menghadapi masalah terkait Israel.

Artis yang juga Miss Israel 2004 ini juga memicu kontroversi setelah Israel meluncurkan Operation Protective Edge pada 2014.

"Saya mengirimkan cinta dan doa untuk warga Israel lainnya, terutama laki-laki dan perempuan yang mengambil risiko untuk menjaga negara ini dari aksi Hamas yang bersembunyi seperti penakut di balik perempuan dan anak-anak," tulis Gal Gadot di Facebook.

Pada 2018, Gal Gadot juga pernah menjadi brand ambassador Revlon.

Permasalahan dimulai ketika Amani Al-Khatahtbeh yang juga dikenal sebagai MuslimGirl menolak Revlon Award di tahun itu karena Gal Gadot adalah wajah merek tersebut.

Ia sempat menyinggung Ahed Tamimi, gadis Palestina berusia 16 tahun yang ditahan IDF.

"Kami tidak bisa menerima role models yang mendukung kekerasan terhadap perempuan di negara lain," tulis Amani.

( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved