Lebaran 2021
Ucapan Sungkem Bahasa Jawa dan Indonesia, Cocok Dikirim untuk Orang Tua di Hari Raya Idulfitri 2021
Lebaran Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan tradisi budaya sungkeman yang dilakukan oleh anak kepada orangtua atau orang yang dituakan
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Lebaran Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan tradisi budaya sungkeman yang dilakukan oleh anak kepada orangtua atau orang yang dituakan.
Namun, tradisi ini biasanya juga bisa kita temui saat sepasang kekasih menikah.
Jika di pernikahan, sungkem menandakan untuk pengantin yang menunjukkan tanda bakti dan rasa terima kasih atas bimbingan dari lahir sampai ke perkawinan.
Selain itu, kedua pengantin juga meminta doa restu kepada kedua orangtuanya demi kelancaran membangun rumah tangga baru.

Lalu mengapai kita harus sungkem di saat Lebaran Idulfitri?
Jadi, sungkeman di Hari Raya Idulfitri ini identik dengan prosesi saling memaafkan yang dilakukan orang yang lebih muda kepada yang lebih tua.
Pada momen ini biasanya anggota keluarga yang lebih muda akan bersimpuh, mencium tangan dan memohon maaf kepada orang yang lebih tua.
Mungkin Anda tidak bisa bertemu keluarga secara fisik, tapi Anda bisa mengirimkan ucapan dalam bahasa Jawa untuk meminta maaf lahir dan batin.
Berikut contoh ucapan sungkem dalam Bahasa Jawa:
1. Kulo ngaturaken sugeng riyadi lan nyuwun pangapunten dumatheng sedoyo kelepatanipun lan klenta klentinipun kulo.
2. Ngaturaken sugeng riyadi 1 Syawal 1442 H, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Taqobbal Ya Karim, Kullu Amin Wa Antum Bikhoir.
Mugi gusti Allah tansah paring hidayah, maghfiroh soho barokah dumateng kito sedoyo.
Rahayu ingkang tinemu, sambodo ingkang sinedyo, jumbuh ingkang ginayuh.
3. Bapak/Ibu, Ngaturaken sembah pangabekti kawula.
Sepinten kalepatan kulo, lampah kulo setindak, paben kulo sakecap ingkang mboten angsal idining sarak, kulo nyuwun pangapunten mugi lineburo ing dinten riyoyo puniko.