Breaking News:

Gandeng BATAN, UIN Sunan Kalijaga Kembangkan Penelitian Teknologi Nuklir

Dalam rangka mengembangkan pendidikan dan penelitian Reaktor Nuklir berbasis Internet Reactor Laboratory (IRL) di kampus UIN Sunan Kalijaga

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Penandatanganan MoU antara Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan BATAN, (7/5/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka mengembangkan pendidikan dan penelitian Reaktor Nuklir berbasis Internet Reactor Laboratory (IRL) di kampus UIN Sunan Kalijaga, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggandeng BATAN dengan melakukan penandatangan MoU.

Penandatanganan naskah kerja sama kali ini dilakukan di kantor PSTA dan diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom, pada 7 Mei 2021.

Baca juga: Curi Burung Tetangga Seharga Rp 3 Juta, Pemuda di Sleman Meringkuk di Tahanan 

Penandatanganan dilakukan oleh Plt Kepala PSTA, Prof Syarip, sebagai pihak pertama dan dari pihak UIN Sunan Kalijaga sebagai pihak kedua ditandatangani oleh Dr Khurul Wardati, MSi.

Turut menyaksikan penandatanganan MoU, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja-sama UIN Sunan Kalijaga, Dr Abdul Rozaki.

Dalam sambutannya usai penandatanganan MoU, Abdur Rozaki menyampaikan, tidak akan ada kemajuan bagi suatu bangsa jika tidak menguasai teknologi nuklir.

Dikatakannya lebih lanjut, dirinya merasa sangat bangga ketika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga ingin mengadakan kerja sama dengan PSTA BATAN.

“Bagi kami ini kerja sama yang sangat strategis untuk memajukan sumber daya manusia di Indonesia,” lanjut Rozaki.

Dari kerja sama ini Rozaki berharap intensitas kerja sama akan semakin tinggi sehingga bisa disemai sumber daya manusia di kalangan mahasiswanya, semakin mencintai teknologi, dan menghasilkan temuan-temuan yang inovatif bagi kedua pihak.

“Melalui MoU ini akan memberikan kemudahan bagi Prodi Fisika, Kimia, dan Biologi, Fakultas Saintek UIN Suka, untuk berkegiatan pemagangan mahasiswa, riset, dan pengembangan SDM lainnya,” katanya.

Sementara itu, Plt Deputi BATAN Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nukril, Rozik Himawan, MEng, mengungkapkan sejak 1979 Yogyakarta telah mengoperasikan reaktor nuklir yang diberi nama reaktor Kartini. “Sejak itulah reaktor mulai banyak memberikan kontribusi di bidang pendidikan,” kata Rozik.

Lebih jauh disampaikan, Reaktor Kartini itu berada di kawasan nuklir Yogyakarta. Tepatnya di Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) BATAN, jalan Babarsari, Yogyakarta.

PSTA adalah salah satu unit kerja BATAN yang mempunyai tugas pokok melaksanakan perumusan dan pengendalian kebijakan teknis, pelaksanaan, pembinaan dan bimbingan di bidang penelitian dan pengembangan fisika partikel, teknologi proses, dan pengelolaan reaktor riset.

Baca juga: 1 Syawal 1442 H Jatuh Pada 13 Mei 2021, Berikut Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Idulfitri

Dengan inovasi Internet Reactor Laboratory (IRL)akan meningkatkan peran serta BATAN dalam mendorong tingginya pendidikan dan hasil riset iptek nuklir di bidang fisika khususnya teknologi reaktor. “Kerja sama ini akan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia menjadi unggul,” tuturnya.

Melalui kerja-sama ini, Fakultas Saintek UIN Suka nantinya akan banyak men-support berbagai riset dalam mengembangan PLTN. Pembangunan PLTN adalah salah satu opsi yang dapat digunakan mendukung tingginya permintaan listrik di masa mendatang, sekaligus berperan untuk menurunkan emisi pencemaran lingkungan. Dibutuhkan dukungan teknologi dan sumberdaya manusia. (uti) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved