Mutiara Ramadan Kerja Sama LDNU DIY

Idulfitri dan Manusia Sejati

Hari Raya Idulfitri tinggal esok hari. Hari kemenangan dan kebahagiaan yang dirindukan oleh setiap Muslim.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Oleh: KH Edy Musoffa SAg MHI, Wakil Katib Syuriah PWNU DIY 

Oleh: KH Edy Musoffa SAg MHI, Wakil Katib Syuriah PWNU DIY

TRIBUNJOGJA.COM - Hari Raya Idulfitri tinggal esok hari. Hari kemenangan dan kebahagiaan yang dirindukan oleh setiap Muslim. Marilah kita merenungkan kembali apa yang dilakukan oleh umat Islam untuk menyambut datangnya Idulfitri.

Pada malam datangnya hari raya, kita penuhi langit dengan gemuruh takbir. Kita sampaikan rasa syukur (tahmid) kepada Allah Yang Menciptakan langit dan bumi, Yang Menghadirkan kita di dunia; kemudian Mengantarkan kita kepada bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1442 ini.

Banyak di antara saudara, sahabat, dan keluarga kita yang tak dapat berkumpul bersama kita; sebagian mereka berada di perantauan, tidak bisa pulang kampung karena larangan mudik oleh pemerintah; sebagian karena sakit, dan sebagian lagi karena telah mendahului kita ke alam baka.

Kita ungkapkan rasa syukur dengan membesarkan Allah dan merendahkan diri di hadapan-Nya. Dalam shalat, kita ratakan dahi kita di atas sajadah seraya mengucapkan: Subhana Rabbiyal A’la wa bihamdih (Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi dan segala puji untuk-Nya).

Kita akui kerendahan, kelemahan, dan kekecilan diri kita. Kita sadari ketinggian, kekuasaan, dan kebesaran Rabbul’Alamin. Dia-lah yang sewaktu-waktu dapat mengambil nyawa dari ubun-ubun kita, memisahkan kita dari keluarga, harta, jabatan, atau apa pun yang kita cinta.

Dia juga yang setiap saat melimpahkan kasih-sayang-Nya kepada kita, melindungi, merawat, dan menjaga kita. Karena kesibukan, kecintaan kepada dunia, atau kelelahan mempertahankan hidup, betapa seringnya kita melupakan Dia.

Betapa sering kita besarkan diri kita, keluarga kita, harta kita, jabatan kita, pekerjaan kita, sehingga kita lupakan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Karena kita melupakan Allah, kita pun melupakan diri kita sendiri.
Dalam hidup sehari-hari, bahkan tak jarang perilaku kita seperti binatang (kal-an’am). Kita tak lagi memiliki rasa kemanusiaan. Seperti harimau, kita selalu siap memakan orang lain.

Benarlah firman Allah, “Janganlah kamu menjadi orang-orang yang melupakan Allah kemudian Allah menyebabkan mereka lupa pada diri mereka sendiri”(QS. At-Taubah [9]: 67).

Karena kita lupa kepada Allah, kita juga lupa kepada kemanusiaan kita. Allah sudah melihat hati kita yang sudah gelap karena maksiat, tangan-tangan yang berlumuran dosa, dan tubuh-tubuh kotor yang penuh noda.

Pada momentum Idulfitri, setelah kita membesarkan Allah, setelah kita ruku’ dan sujud di hadapan-Nya; setelah sebulan kita berpuasa di siang hari dan shalat tarawih di malam hari, kita berharap Allah menyucikan diri kita lagi, mengembalikan kita kepada kemanusiaan sejati. “Berbahagialah orang yang menyucikan dirinya dan mengingat nama Tuhannya serta melakukan shalat.”(QS. Al-A’la [87]: 14-15)

Kalau kita melihat ajaran Islam, maka seluruhnya dimaksudkan untuk menyucikan manusia; yakni, menampilkan kembali sifat kemanusiaan mereka. Kalimah syahadat menyucikan akidah manusia, membersihkan mereka dari kemusyrikan, menafikan segala pengabdian kepada selain Allah. Ibadah shalat menyucikan jiwa dengan selalu mengingat Allah. “Tegakkan shalat untuk mengingat-Ku,” (QS 20: 14).

Sementara itu, shaum atau ibadah puasa menyucikan rohani kita dengan mengendalikan hawa nafsu dan menundukkannya pada perintah Allah.

Ibadah zakat untuk menyucikan harta kita dengan memberikan sebagian kelebihan harta, guna membantu sesama manusia.

Dan Haji menyucikan kehidupan kita dengan mengarahkan seluruh perjalanan hidup kita menuju Allah SWT. agar kita bergerak berputar di sekitar Rumah Allah.

Idulfitri, kembali kepada fitrah kemanusiaan, kembali menjadi manusia sejati. Manusia yang dibanggakan oleh makhluk langit dan dicintai oleh makhluk bumi. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved