Breaking News:

Empat Hari Penyekatan, 211 Kendaraan Pemudik yang Mau Masuk Klaten Diminta Putar Balik ke Yogyakarta

Setiap kendaraan berplat luar Klaten akan dihentikan dan diperiksa identitas, tujuan serta surat-surat pendukung perjalanan.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUN JOGJA / Almurfi Syofyan
Seorang petugas kepolisian memeriksa dokumen perjalanan pengendara yang melintas di depan Pos Polisi Prambanan, Klaten. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ratusan kendaraan pemudik yang melintas di Jalan Yogyakarta-Solo, tepatnya di depan Pos Polisi Prambanan, Kabupaten Klaten telah diminta putar balik oleh jajaran Polres Klaten.

Hal itu dilakukan jajaran Polres Klaten dan tim gabungan dalam rangka penyekatan pemudik yang berlangsung sejak 6-17 Mei 2021.

Kasubbag Humas Polres Klaten, Iptu Nahrowi, mengatakan jika bahwa dari data yang dihimpun Posko Ops Ketupat Candi, selama 4 hari pelaksanaan penyekatan petugas gabungan telah memeriksa 1511 kendaraan berbagai jenis.

Kemudian untuk yang diputar balik sejumlah 211 kendaraan.

"Sampai pukul 17.30 WIB hari Minggu, ada 211 kendaraan yang sudah kita putar balik. Bus ada 7, kendaraan penumpang 58 dan 146 kendaraan pribadi," ujar Nahrowi, Senin (10/5/2021).

Selain penyekatan petugas gabungan juga melakukan kegiatan tes swab antigen terhadap 146 penumpang, hasilnya semua negatif.

Kegiatan lain yang telah dilakukan adalah pembagian masker, total sudah ada 1150 masker yang dibagikan secara gratis.

Sementara itu, Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, mengatakan bahwa kegiatan penyekatan pemudik melibatkan beberapa instansi terkait seperti Kodim, Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan elemen masyarakat lainnya.

Dalam kegiatan ini, setiap kendaraan berplat luar Klaten akan dihentikan dan diperiksa identitas, tujuan serta surat-surat pendukung perjalanan.

"Kita melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan baik itu dari luar provinsi maupun luar kabupaten. Kita periksa terkait apakah ada Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM), begitu juga surat perjalanan dinas. Sehingga apabila tidak bisa menunjukkan salah satu surat tersebut akan kita putar balik," ujarnya

Kapolres kemudian berpesan kepada masyarakat untuk mentaati aturan pemerintah terkait larangan mudik.

Masyarakat diimbau merayakan hari raya Idul Fitri di rumah masing-masing dan bersilaturahmi secara daring.

"Saya tetap mengimbau, taati aturan larangan mudik ini. Rayakan hari raya Idul Fitri dengan aman, semua keluarga sehat. Hubungi sanak famili melalui video call. Yang biasanya memberikan bingkisan bisa dipaketkan," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved