Breaking News:

Aktifitas Gunung Merapi

Update Gunung Merapi Minggu 9 Mei 2021: 6 Jam Terakhir Luncurkan Lava Pijar 3 Kali Sejauh 1 KM

Update Gunung Merapi Minggu 9 Mei 2021: 6 Jam Terakhir Luncurkan Lava Pijar 3 Kali Sejauh 1 KM

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Hari Susmayanti
Dok BPPTKG
Foto Gunung Merapi via PGM Selo, visual Merapi tampak, suhu udara 14.0 °C, kelembaban 69 %rh, pressure 835.6 hpa, angin tenang. 

TRIBUNJOGJA, YOGYA - Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak tiga kali selama enam jam terakhir, tepatnya sepanjang periode pengamatan  pukul 00.00-06.00 WIB pada Minggu (9/5/2021).

Berdasarkan hasil pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, guguran lava pijar Gunung Merapi teramati meluncur sejauh maksimal 1 kilometer.

"Guguran lava pijar mengarah ke berat daya," terang kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida.

Hasil amatan visual menunjukkan gunung tampak jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III menyelimuti gunung yang berbatasan dengan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Juga teramati adanya asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal.

"Tinggi sekitar 50 meter di atas puncak kawah," paparnya.  

Hanik melanjutkan, hasil amatan meteorologi menunjukkan cuaca berawan di sekitar Merapi.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 8 Mei 2021, Awan Panas Guguran Terjadi Tadi Malam, Jarak Luncur 1,5 Km

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Dalam 12 Jam Terakhir Aktivitas Vulkanik Terpantau Melandai

Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 12-21 °C, kelembaban udara 42-90 %, dan tekanan udara 568-707 mmHg.

Kemudian, aktivitas kegempaan yang tercatat meliputi gempa guguran 36 kali, gempa hembusan dua kali, dan gempa hybrid atau fase banyak enam kali.

Melihat hasil amatan tersebut, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga.

Hanik merinci, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," beber Hanik. (Tribunjogja/Yuwantoro Winduajie)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved