Breaking News:

Klaten

Obyek Wisata Klaten Tetap Buka Selama Libur Lebaran, Pengunjung Maksimal 30 Persen

Obyek Wisata Klaten Tetap Buka Selama Libur Lebaran, Pengunjung Maksimal 30 Persen

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Sejumlah wisatawan berkunjung ke destinasi wisata Bukit Sidoguro yang berada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seluruh obyek wisata di Kabupaten Klaten tetap buka selama libur Idul fitri 1442 Hijriyah.

Keputusan membuka obyek wisata di Kabupaten Klaten tersebut juga telah ditegaskan melalui surat edaran (SE) PPKM Mikro periode 4-17 Mei 2021.

"Untuk obyek wisata saat Lebaran sudah kami tekankan kepada pengelola untuk tetap buka namun sesuai dengan aturan PPKM Mikro," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Budaya Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Klaten, Sri Nugroho, pada Tribun Jogja, Minggu (9/5/2021).

Dalam poin PPKM mikro tersebut, lanjut Sri Nugroho, semua obyek wisata di Klaten baik itu obyek wisata air, alam, budaya hingga religi diizinkan buka mulai pukul 07.00 hingga pukul 15.00.

Adapun untuk jumlah pengunjung dibatasi hanya 30 persen dari kapasitas maksimal obyek wisata tersebut.

"Semua obyek wisata ini nanti kalau sudah pukul 15.00 harus tutup. Walau ada pengunjung atau tidak, pengelola harus patuh seperti yang sudah kita bahas waktu rakor," tegasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Pencuri Motor di Karangmojo Berhasil Ditangkap di Klaten

Baca juga: Program Vaksinasi Covid-19 di Kulon Progo Capai 26,9 Persen

Ia mengatakan kebijakan membuka obyek wisata selama libur lebaran mengikuti instruksi pemerintah pusat yang mengizinkan obyek wisata buka.

Meski demikian pihaknya juga telah meanti-wanti pengelola obyek wisata untuk tetap memastikan penerapan protokol kesehatan COVID-19 di semua obyek wisata itu.

Disinggung terkait wisatawan mana saja yang bisa berkunjung ke obyek wisata di Klaten selama libur Lebaran, Sri Nugroho belum bisa menjawab secara rinci.

Menurutnya, saat ini pihaknya juga menunggu panduan dari pemerintah pusat dan provinsi terkait aturan tersebut.

"Untuk sementara masih wisatawan lokal. Tapi kita tunggu aturan jelasnya seperti apa. Ini kan mudik lokal dilarang," ungkapnya. (Tribunjogja/Almurfi Syofyan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved