Drummer Guyub Yogyakarta Rilis Album Kompilasi Drums Speak #3
Komunitas drummer yang tergabung dalam Drummer Guyub Yogyakarta (DGYK) belum lama ini merilis album kompilasi drummer 'Drums Speak #3' bertajuk
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - Komunitas drummer yang tergabung dalam Drummer Guyub Yogyakarta (DGYK) belum lama ini merilis album kompilasi drummer 'Drums Speak #3' bertajuk 'Be Aware Of The Space and Make Your Drums Speak'.
Album ke-3 ini mempresentasikan ide enam penggebuk drum membangun ruang sekaligus memancangnya menjadi satu kesatuan yang utuh.
Mereka yakni Andrean Ganz, Caesarking, Dedy Alldint, Leca, Reno Ferthano serta Ari Hamzah eks drummer Endank Soekamti menemukan ruang lalu menaruh banyak elemen yang diambil dari banyak sumber budaya dalam tiap komposisi.
"Keenam drummer yang ambil bagian dalam album kompilasi ini bukan melalui proses seleksi, melainkan sifatnya berupa penawaran. Pengurus harian DGYK menawarkan kepada mereka yang siap, take it or leave it. Ketika mereka siap, kemudian kami jelaskan rule-nya seperti apa, satu di antaranya yakni bersedia untuk berkomunikasi, berdiskusi, update mengenai progres karyanya, sehingga kami tahu kesulitan atau kendala yang dihadapi seperti apa," jelas producer sekaligus music director Drums Speak #3, Wasis Tanata ketika ditemui di acara talk and screening Drums Speak #3 Album di Rumah Tua Record, Kamis (6/5/2021).
Baca juga: Gandeng Komunitas Honda Vario 125, Astra Motor Yogyakarta Gelar Bakti Sosial di Bulan Ramadhan
Dijelaskan Wasis Tanata, para drummer yang ambil bagian dalam album kompilasi ini merupakan anggota dari DGYK. Nah melalui album kompilasi ini, sekaligus sarana belajar sekaligus pengarsipan karya.
"Sebab ini nanti akan menjadi semacam perpustakaan karya para drummer yang ada di DGYK," jelasnya.
Sebagai gambaran, album kompilasi Drums Speak #3 ini berisi enam track. "Afternoon” Andrean Ganz membawa elemen trance yang populer tahun 2000an. Lalu waspadalah dengan panasnya senggama beat dan bunyi terompet "Sad But Through" Ari Hamzah.
Kemudian Caesarking cuek menempel sampling dengan rasa berbeda dalam “Rhythm In Freedom” dilanjutkan "Intolerant" Dedy Alldint yang chaos. "Women" Leca meminjam banyak elemen dari gaya lain ditutup Reno Ferthano yang mempertemukan melodi dengan banyak ritme.
"Ini karya perdana dari masing-masing pengkarya atau komposer. Karya perdana bersifat personal, sebab mereka biasanya dalam komposisi band tuh, sedangkan di album kompilasi ini mereka dituntut sendiri dan bebas untuk menentukan susunan instrumennya akan seperti apa," ujar Wasis.
"Jadi mereka sangat diberi keleluasaan. Kalau bicara dalam format band, mereka (drummer) itu di belakang, nah melalui Drum Speak ini mengedepankan si drummer, bukan secara visual melainkan ide dan gagasan, sekaligus mengakomodir instrumen lainnya," tambahnya.
Ketua DGYK, Dedi Dwi Handono menambahkan, DGYK dibentuk sejak 2016 dengan misi memberikan ruang para drummer untuk bersosialisasi, berkreasi, dan saling belajar berbagi baik musikal maupun non musikal.
“Semoga hal ini selalu berkembang dan mampu menjadi inspirasi bagi para drummer, musisi, seniman, dan masyarakat umum," harapnya.
Enam Penggebuk Drum Mempersepsikan Ruang
Album kompilasi Drum Speak #3 ini juga menjadi salah satu bukti konsistensi DGYK dalam berkarya dan mengedukasi. Satu di antaranya dengan mengajak kolaborasi mahasiswa-mahasiswa dari JAS (Jogja Audio School) sebagai partner untuk berkreasi dan berperan dalam teknis perekaman audio Drums Speak ketiga ini.
Album Drum Speak #1 waktu dijalankan saudara kami Total Perkusi, secara filosofis berbicara tentang DIRI (be your self and make your drums speak).
Album kedua mulai diestafetkan,dihibahkan dan dipegang oleh DGYK (feel the time, and make your drums speak) berbicara tentang waktu.
Album ketiga juga DGYK pegang kendali penuh, bicara tentang ruang (be aware of the space, and make your drums speak).
"Jadi DGYK menyimpulkan bahwa penting sebagai seorang drummer yang baik menurut kami sadar akan diri, sadar akan waktu, dan sadar akan ruang," terang Wasis Tanata.
Baca juga: 10 Hal yang Dilakukan Najwa Shihab Selama Dirawat di Rumah Sakit, Lekas Sembuh Mbak Nana!
"Kami menamakan dan memaknai ini sebagai Album Trilogi Drums Speak," tambahnya.
Satu-satunya drummer perempuan yang ambil bagian dalam Drum Speak #3, Leca mengaku ini jadi kesempatan perdana baginya berkarya dalam sebuah album kompilasi, sekaligus tantangan besar.
Bercerita soal karyanya berjudul "Woman", Leca mengaku terinspirasi dari kekuatan sosok perempuan.
"Saya mau membuat karya yang bisa merepresentasikan perempuan, dalam dibalut dalam musikalitas yang strong," terang mahasiswi ISI Yogyakarta ini.
"Pengalaman yang paling berkesan bagi saya dalam karya ini adalah, saat recording bermain drum, di hadapan para drummer-drummer sehingga suasananya lebih tegang. Ya bagi saya itu jadi sebuah kebanggaan karena saya berhasil melakukan itu," kelakarnya.
Album kompilasi drummer 'Drums Speak #3' bertajuk 'Be Aware Of The Space and Make Your Drums Speak' ini sudah bisa diakses melalui platform digital streaming, di antaranya Spotify, Music Apple, Deezer, Music Amazon, serta Tidal. (Han)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/drummer-perempuan-leca-saat-menjalani-proses-rekaman-album.jpg)