Breaking News:

Pendidikan

Pembelajaran Tatap Muka di Kota Yogyakarta Akan Dilanjutkan untuk Tahap Kedua

Pemkot Yogyakarta berencana untuk melanjutkan simulasi PTM terbatas pada 20 Mei-17 Juni 2021 dengan melibatkan siswa kelas 1-5 SD.

TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio
Siswa Jurusan Kimia Analisis SMK SMTI Yogyakarta melakukan praktik kerja lapangan. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di 5 SD dan 5 SMP pada 28 April-7 Mei 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengatakan ditinjau dari protokol kesehatan yang diterapkan, pelaksanaan simulasi PTM terbatas telah berjalan baik.

"Protokol kesehatan sudah bagus, rata-rata bagus. Sudah kami evaluasi satu kali kami undang semuanya (sekolah yang melaksanakan simulasi PTM). Senin kami undang lagi," ujarnya kepada Tribunjogja.com, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Gelar Simulasi PTM Terbatas, SDN Lempuyangwangi Terapkan Pembelajaran Menyenangkan

Ia mengatakan, beberapa hal yang dievaluasi antara lain bagaimana protokol kesehatan diterapkan sebagai persyaratan PTM dan bagaimana konten pembelajaran yang diberikan.

Menurut Budi, pihaknya pun berencana untuk melanjutkan simulasi PTM terbatas pada 20 Mei-17 Juni 2021 dengan melibatkan siswa kelas 1-5 SD.

Tidak seperti simulasi sebelumnya yang hanya melibatkan siswa kelas 4 dan 5 untuk jenjang SD.

Namun, hal itu masih akan melihat situasi ke depan.

"Tanggal 20-17 Juni akan kami lakukan PTM tahap 2. Rencananya juga melibatkan kelas 1-5, nanti lihat situasi dulu," tuturnya.

Ditanya tentang jumlah sekolah yang kelak akan melakukan simulasi PTM terbatas tahap 2, Budi menyampaikan belum bisa menjawab terkait hal tersebut.

Baca juga: Ikuti Uji Coba PTM di Sekolah, Siswa SMKN 1 Depok Sleman Ini Senang Bisa Ketemu Teman-temannya

Namun, katanya, yang pasti akan melibatkan 10 sekolah yang sebelumnya telah melakukan simulasi tahap 1.

"Untuk jumlah sekolah belum bisa berkomentar banyak, yang memutuskan walikota, tetapi kami berkoordinasi terus dengan Satgas COVID-19," ungkapnya.

Budi menambahkan, simulasi PTM terbatas Kota Yogyakarta sebelumnya mendapatkan apresiasi dari Deputi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bidang Pendidikan dan Moderasi Beragama yang telah melakukan kunjungan ke SDN Lempuyangwangi dan SMPN 15 Yogyakarta pada Rabu (5/5/2021).

"Beliau mengapresiasi pembelajaran di Kota Yogyakarta. Juga memberi saran anak-anak lebih baik di sekolah daripada di luar yang tidak terkendali. Di sekolah jelas terkendali. Beliau juga menekankan ke pendidikan karakter," bebernya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved