Breaking News:

Terimbas Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi Kota Magelang Mengalami Penurunan

Wali Kota Magelang, dr. H. Muchamad Nur Aziz, mengatakan sebelum pandemi, pertumbuhan ekonomi Kota Magelang rata-rata 5 persen, namun sekarang minus

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
DOK. Humas Pemkot Magelang
ILUSTRASI Pelantikan Muchammad Nur Aziz dan M Mansyur sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang masa jabatan 2021-2026 di Pendopo Pengabdian kompleks rumah jabatan Wali Kota Magelang, Jumat (26/2/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Adanya pandemi turut mempengaruhi pertumbuhan perekonomian di Kota Magelang.

Beberapa sektor mulai dari jasa perdagangan hingga pelayanan mengalami penurunan permintaan.

Wali Kota Magelang, dr. H. Muchamad Nur Aziz, mengatakan sebelum pandemi, pertumbuhan ekonomi Kota Magelang rata-rata 5 persen, namun sekarang minus 2,4 persen. 

Baca juga: Aktivitas Belanja Kebutuhan Lebaran Mulai Ramai, Satpol PP Gunungkidul Rencanakan Patroli

"Kota Magelang terkenal sebagai Kota Jasa, jadi perekonomian di sini tergantung dari banyaknya orang yang datang ke Magelang. Tapi, menjelang Lebaran ini, kita harus mengikuti keputusan Pemerintah Pusat bahwa tidak ada mudik dengan harapan tidak ada klaster Covid-19 yang baru," katanya pada Selasa (04/05/2021).

Ia menyebutkan kekuatan terbesar perekonomian Kota Magelang adalah jasa konstruksi yakni 16 persen. 

Selain itu ada jasa perdagangan, jasa kesehatan, jasa sosial bahkan jasa pengolahan sampah, yang akan mendorong masyarakat untuk tetap bekerja dan menumbuhkan ekonomi.

Adapun kelemahan Kota Magelang adalah minimnya lahan pertanian dan tidak adanya sektor kelautan. 

Di bidang pertanian,  Pemkot telah mengembangkan sistem pertanian di perkotaan atau urban farming menggunakan pupuk organik.

Baca juga: Larangan Mudik Pengaruhi Daya Beli Bahan Pokok Masyarakat di DI Yogyakarta Jelang Lebaran

Tak hanya itu, Pemkot Magelang juga berencana membangun Rumah Kreatif yang akan menjadi tempat menghubungkan Pemerintah Kota Magelang dengan pengusaha dan swasta, sehingga ketiga pihak itu bisa bersinergi membangun Kota Magelang ke depan.

"Untuk investasi, saat ini investasi terbesar di Kota Magelang ada yang mau membangun di lahan bekas Magelang Theater. Namun, ada beberapa hal yang harus diselesaikan, kami akan memberikan deadline untuk segera menyelesaikan investasi itu," katanya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved