Wisata Yogyakarta

Desa Wisata Kelor di Sleman, Suguhkan Ragam Permainan Tradisional dan Sejarah

Desa Wisata Kelor dikenal juga dengan sebutan "Dewi Kadjar" atau akronim dari Desa Wisata Kampoeng Sedjarah

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Tribun Jogja
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
Desa Wisata Kelor 

Berbekal pendampingan dari Dinas Pariwisata Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta, di atas tanah kas desa tersebut saat ini sudah di bangun sejumlah wahana edukasi. 

Mulai dari kolam tangkap ikan, kolam titian, flying fox, halang rintang hingga beragam permainan tradisional. "Kita memiliki 30 permainan edukasi tradisional.

Dari kelereng, tarik tambang hingga bakiak semuanya ada," ujar dia. 

Di samping itu, ada juga edukasi membuat telor asin, membuat tempe, membuat teh kelor, bakso goreng kelor, membatik dan membuat jenang salak.

Fasilitas yang ada di desa wisata Kelor terbilang cukup lengkap. Sudah ada kamar mandi ( 27 pintu). Kemudian, pendopo (4 unit) yang masing-masing mampu menampung antara 70 - 100 orang.

Homestay ( 33 rumah). Sementara untuk tempat ibadah, ada 1 masjid yang digunakan juga untuk ibadah segenap warga kampung. 

Purnomo mengatakan, kampungnya dinamakan Kelor, konon pada zaman dahulu, banyak ditumbuhi pohon kelor atau tanaman dengan nama latin Moringa oleifera.

Diceritakan oleh sesepuh, kata dia, disebelah utara kampung dahulu terdapat sebatang pohon kelor yang cukup besar. Suatu hari, Merapi erupsi. 

"Pohon kelor itu di kisahkan mampu menyelamatkan dusun dari bahaya erupsi sehingga warga aman," kata dia. 

Paket Petan (tanpa nginep)

(Minimal 30 orang)

1. Paket A, dengan Base Camp di rumah penduduk

Rp 54 ribu/ orang

- Trekking - Kolam Titian- Permainan 1P

Rp 62 ribu/ orang

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved