Breaking News:

Update Corona DI Yogyakarta

UPDATE Covid-19 di Sleman: Dua RT Masuk Zona Merah, dan 18 Lainnya Zona Oranye 

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, mengeluarkan peta epidemiologi zonasi penularan coronavirus disease-2019 (Covid-19) terbaru.

TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, mengeluarkan peta epidemiologi zonasi penularan coronavirus disease-2019 (Covid-19) terbaru.

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan tanggal 19 - 24 April 2021, ada 2 wilayah Rukun Tetangga (RT) di Bumi Sembada masuk kategori zona merah [resiko penularan tinggi].

Sementara, 18 RT zona oranye, atau resiko penularan sedang. 

Baca juga: Gelar Doa Bersama Musibah KRI Nanggala-402, DPD Golkar DIY Soroti Fenomena Alutsista Usang

"Nggih leres. (Iya, benar), dua RT zona Merah dan 18 Zona oranye," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, dikonfirmasi, Jumat (30/4/2021). 

Merujuk pada Intruksi Bupati Sleman nomor 10/INSTR/ 2021, wilayah dengan kriteria zona oranye jika terdapat 3-5 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir.

Sementara, bagi kriteria zona merah jika dalam satu RT terdapat lebih dari 5 rumah kasus positif.

Bagi 20 RT wilayah zona merah dan zona oranye, maka skenario pengendalian diharuskan menutup tempat ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya, kecuali sektor esensial. 

Dua RT yang masuk zona merah antara lain, Sendangadi Mlati dan Caturharjo Sleman.

Sedangkan, 18 RT zona oranye, 3 RT berada di Condongcatur Depok; 3 RT di Ambarketawang Gamping; 2 RT di Wedomartani Ngemplak; dan masing-masing satu RT ada di Sendangrejo Minggir; Sendangadi dan Sinduadi Mlati.

Kemudian, Minomartani dan Sardonoharjo Ngaglik; Madurejo Prambanan; Trimulyo dan Caturharjo Sleman; Mororejo Tempel, serta Girikerto Turi. 

Baca juga: Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X Minta Perangkat Desa Bertransformasi untuk Kelola Danais

Masyarakat diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak (Cita Mas Jajar), seiring dengan program vaksinasi yang masih terus bergulir.

Joko mengungkapkan, Pemkab Sleman akan menerima 18 ribu dosis vaksin, setelah sebelumnya mendapatkan 19.600 dosis yang kini sudah disebar ke Puskemas dan fasilitas kesehatan. 

"Prioritas vaksin masih lansia dan tendik. Setelah itu, pedagang dan pelaku pariwisata. Atau bisa juga paralel. Tergantung ketersediaan vaksin," kata Joko.

Pihaknya menargetkan vaksinasi bagi lansia, akan rampung pada akhir Mei mendatang. (rif)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved