Breaking News:

Hingga April 2021, Kasus Demam Berdarah di Sleman Tercatat Berjumlah 88 Kasus 

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sleman, dari awal Januari hingga 26 April 2021,berdasarkan data Dinas Kesehatan mencapai 88 kasus.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Nyamuk Aedes aegypti 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sleman, dari awal Januari hingga 26 April 2021,berdasarkan data Dinas Kesehatan mencapai 88 kasus.

Jumlah kasus yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti itu, cenderung mengalami tren penurunan. 

"Januari sampai 26 April, ada 88 kasus. Menurun dibanding tahun lalu," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaeni, Selasa (27/4/2021). 

Pada tahun lalu, tahun 2020, total jumlah laporan kasus demam berdarah di Kabupaten Sleman tercatat mencapai 810 kasus.

Baca juga: Pemilik Usaha Mobil Rental di DI Yogyakarta Buat Paket Kecil untuk Menarik Pelanggan 

Novita tidak menjelaskan rincian kasus. Namun, sebaran laporan kasus demam berdarah terbanyak, kata dia, biasanya berada di kawasan padat penduduk atau pemukiman urban. Seperti Kapanewon Depok, Godean hingga Gamping. 

Meskipun, saat ini penularan virus corona masih terjadi di Bumi Sembada, pihaknya mengaku tetap berupaya agar penyakit demam berdarah dapat dikendalikan.

Caranya dengan mengimbau kepada masyarakat supaya tetap melaksanakan pemantauan dan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3 M. Yaitu, menguras tempat-tempat yang menjadi perindukan nyamuk. 

Menutup rapat-rapat tempat  penampungan air. Lalu, memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk [daur ulang].  

Baca juga: Mudik Lebaran Dilarang, Terminal Dhaksinarga Wonosari Gunungkidul Tetap Beroperasi Terbatas

"Pada bulan Mei, kami juga akan menyebarkan telur nyamuk wolbachia," kata dia. 

Telur nyamuk tersebut akan disebar disejumlah kecamatan di Sleman yang memiliki risiko kasus tinggi.

Menurutnya, telur nyamuk wolbachia itu diperkirakan menetas seminggu.

Kemudian, akan menjadi nyamuk. Ketika nyamuk yang mengandung bakteri wolbachia itu kawin dengan nyamuk Aedes aegypti maka keturunannya akan mengandung wolbachia dan ampuh untuk mengeliminasi nyamuk penyebab demam berdarah. (Rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved